Jakarta, LensaWarna.com – Praktisi kesehatan tradisional sekaligus aktor, Wahyu Chandra atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mr. Bonte, resmi menghadirkan program layanan terapi kesehatan tradisional dengan biaya yang lebih terjangkau melalui Bonte Center Cibubur.
Program ini dihadirkan sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan terapi tradisional, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Memasuki Juli 2026, Bonte Center meluncurkan Program Bonte Kretek, yaitu layanan terapi kesehatan tradisional dengan tarif promo sebesar Rp100.000 per kunjungan.
Program ini ditujukan bagi masyarakat yang mengalami berbagai keluhan ringan hingga sedang, seperti pegal-pegal, nyeri punggung, nyeri pinggang, nyeri lutut, serta keseleo ringan.
Menurut Wahyu Chandra, masih banyak masyarakat yang memilih menunda penanganan terhadap keluhan kesehatan karena terkendala biaya. Melalui program tersebut, ia berharap masyarakat memiliki alternatif layanan yang mudah dijangkau tanpa harus terbebani pengeluaran yang besar.
“Kami ingin masyarakat memiliki pilihan untuk berikhtiar menjaga kesehatan tanpa harus terbebani biaya yang besar. Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang datang memeriksakan keluhannya sejak dini sebelum kondisi menjadi lebih berat,” ujar Wahyu Chandra.
Ia menjelaskan bahwa layanan terapi di Bonte Center ditangani oleh praktisi yang telah mendapatkan pelatihan di bidang terapi kesehatan tradisional. Program Bonte Kretek tersedia setiap Selasa, Rabu, dan Kamis di Bonte Center yang berlokasi di Jalan Raya Kalimanggis No. 8A, Cibubur.
Selain menghadirkan layanan dengan tarif khusus, Bonte Center juga terus menjalankan kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah Bonte Cari Pahala. Program ini menyediakan layanan terapi kesehatan tradisional secara gratis bagi masyarakat kurang mampu setiap hari Jumat pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.
Kegiatan sosial tersebut digagas bersama istri Wahyu Chandra, Sylvia Nabila, serta putri mereka, Ayma Nabila, sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan Bonte Cari Pahala Sabang-Merauke.
Sylvia Nabila mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kami percaya kesembuhan datang atas izin Allah SWT. Kami hanya berusaha menjadi perantara untuk membantu sesama. Semoga kegiatan ini menjadi ladang amal sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Sylvia.
Tak hanya memberikan layanan terapi, Bonte Center juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mempelajari teknik terapi kesehatan holistik melalui program pelatihan.
Program tersebut diharapkan mampu melahirkan praktisi yang memiliki kompetensi, menjunjung tinggi etika profesi, serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
Selama menjalankan praktiknya, Wahyu Chandra mengaku telah memberikan layanan kepada berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, seniman, pejabat, anggota TNI, Polri, hingga insan media.
Pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus memperluas manfaat layanan kesehatan tradisional kepada masyarakat.
Ke depan, Bonte Center juga membuka peluang kerja sama dengan komunitas, perusahaan, lembaga, maupun para donatur yang ingin berpartisipasi dalam mendukung kegiatan sosial sehingga manfaat program dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Meski demikian, Bonte Center menegaskan bahwa terapi kesehatan tradisional merupakan layanan pendamping atau pelengkap dan bukan pengganti pemeriksaan maupun pengobatan medis. Masyarakat yang mengalami keluhan serius atau berkepanjangan tetap dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan.
Red Dons)***


