Home » Prilly Latuconsina Bawa Film Holy Crowd ke Cannes Film Festival 2026

Prilly Latuconsina Bawa Film Holy Crowd ke Cannes Film Festival 2026

Jakarta, LensaWarna.com — Aktris muda berbakat Prilly Latuconsina kembali mencatat pencapaian internasional melalui keterlibatannya dalam film Holy Crowd yang resmi terpilih dalam program Next Step Studio di ajang Cannes Film Festival.

Film tersebut menjadi salah satu karya yang mencuri perhatian karena mengangkat simbol budaya lokal Indonesia dalam balutan drama sosial dan supranatural.

Prilly Latuconsina dalam adegan film Holy Crowd di Cannes Film Festival 2026
Prilly Latuconsina tampil dalam film Holy Crowd yang terpilih di program Next Step Studio Cannes Film Festival 2026.

Dalam film garapan sutradara M. Reza Fahriyansyah dan Ananth Subramaniam itu, Prilly memerankan karakter Ratna, seorang perempuan yang kembali hidup setelah prosesi pemakamannya berlangsung. Namun, kebangkitannya justru memunculkan berbagai fenomena misterius di tengah masyarakat.

Karakter Ratna kemudian dipercaya membawa kesembuhan dan harapan bagi warga sekitar. Sosok “pocong” yang selama ini identik dengan cerita horor tradisional Indonesia dihadirkan dalam sudut pandang berbeda, sebagai simbol kepercayaan, harapan, sekaligus gambaran eksploitasi sosial di era modern.

Menurut Prilly, kekuatan utama Holy Crowd bukan hanya terletak pada unsur mistisnya, tetapi juga bagaimana film tersebut memotret perilaku manusia dan fenomena sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Yang menarik buat aku bukan sekadar unsur horornya, tapi bagaimana manusia di sekitar Ratna terasa sangat realistis. Film ini berbicara tentang perhatian publik, eksploitasi, dan bagaimana seseorang bisa tiba-tiba dijadikan simbol oleh masyarakat,” ujar Prilly.

Ia juga menilai karakter Ratna relevan dengan kondisi sosial masa kini, terutama di era media sosial ketika seseorang dapat dengan cepat menjadi pusat perhatian publik.

Kehadiran Holy Crowd di Cannes Film Festival 2026 sekaligus menjadi langkah penting bagi perfilman Indonesia untuk semakin dikenal di panggung dunia. Film ini dinilai membawa pendekatan baru dalam menggabungkan budaya lokal dengan isu sosial kontemporer yang universal.

Red Dons)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *