Home » Berawal dari Hobi Joget Sejak Kecil, Agnes Sarila Wiridhani Kini Fokus Melestarikan Tari Tradisional Nusantara

Berawal dari Hobi Joget Sejak Kecil, Agnes Sarila Wiridhani Kini Fokus Melestarikan Tari Tradisional Nusantara

Depok, LensaWarna.com— Kecintaan terhadap seni tari ternyata sudah tumbuh sejak usia dini bagi seorang penggiat tari bernama Agnes Sarila Wiridhani.

Berawal dari kebiasaan kecil yang gemar berjoget saat mendengar musik, sang ibu akhirnya menyadari bakat tersebut dan memasukkannya ke sanggar tari.

Potret Agnes Sarila Wiridhani penggiat tari tradisional Nusantara.
Agnes Sarila Wiridhani saat membagikan kisah perjalanan dan kecintaannya terhadap seni tari tradisional Indonesia.

“Sejak kecil memang suka joget. Jadi ibu melihat ada bakat, akhirnya saya dimasukkan ke sanggar,” ujarnya saat berbincang santai.
Perjalanan menarinya dimulai dari pendalaman tari tradisional Jawa gaya Surakarta.

Seiring waktu, ia mulai mempelajari berbagai tarian daerah lainnya di Indonesia.
“Waktu kecil fokus ke tari Jawa gaya Surakarta. Setelah itu mulai eksplor tari daerah lain seperti Sumatera dan Kalimantan,” katanya.

Memasuki masa SMA, Agnes mulai mendalami tari Betawi dan dasar-dasar Jaipong. Sementara saat kuliah, dirinya memperluas wawasan budaya dengan mempelajari tari Minang Melayu serta musik tradisional.

Selain aktif di dunia seni, Agnes juga pernah menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Linguistik Indonesia.
Meski terus aktif di dunia tari, ia mengaku sempat vakum selama dua tahun karena masalah pribadi yang cukup memengaruhi kondisi mental dan konsentrasinya.

“Sempat vakum dua tahun karena ada masalah pribadi. Waktu itu saya juga sedang skripsi dan jadi asisten dosen, jadi memilih fokus dulu supaya tidak stres,” ungkapnya.
Tinggalkan Pekerjaan Kantoran demi Sanggar Tari dan Orang Tua
Agnes juga mengaku telah meninggalkan pekerjaan kantoran sejak tahun 2025 untuk fokus mengembangkan sanggar tari sekaligus merawat orang tuanya yang sedang sakit.

“Awalnya komunitas ini hanya untuk sharing dan mengajar saja. Tapi ternyata muridnya makin banyak. Akhirnya saya fokus di sanggar dan mengurus orang tua,” jelasnya.

Kini dirinya memiliki sanggar tari di Jakarta dan Depok dengan berbagai kelas tari tradisional.
Di sanggarnya, terdapat tiga kelas utama, yakni kelas Tari Jawa klasik Surakarta, Tari Betawi, dan kelas Tari Nusantara yang mempelajari berbagai tarian daerah Indonesia selain Jawa, Bali, dan Betawi.

“Kami ingin murid-murid mengenal banyak budaya daerah Indonesia,” katanya.
Ingin Generasi Muda Tetap Melestarikan Budaya
Menurut Agnes, pelestarian budaya tradisional menjadi tantangan besar di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya populer.

Ia bahkan mengaku tersentuh saat melihat antusiasme masyarakat luar negeri terhadap budaya Indonesia ketika berkunjung ke Eropa.
“Budaya kita ternyata dipelajari oleh mereka.

Mereka belajar musik dan tari Indonesia. Kalau kita sendiri tidak melestarikan, budaya itu bisa hilang atau bahkan diklaim bangsa lain,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tetap mencintai dan menjaga budaya Nusantara.

“Ayo kita gotong royong melestarikan budaya Indonesia supaya tidak tergerus zaman,” tutupnya.

Red Shaff)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *