Jakarta, LensaWarna.com – Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia, Saad Budiman Lubis, menegaskan komitmennya untuk mengembalikan peran strategis KNPI sebagai wadah pemersatu organisasi kepemudaan sekaligus motor penggerak perubahan di Indonesia.
Dalam sebuah wawancara, Saad menjelaskan bahwa dirinya dipercaya memimpin KNPI setelah terpilih dalam Kongres Luar Biasa yang berlangsung di Surabaya pada 7 Januari 2022.

Di bawah kepemimpinannya, KNPI berupaya melakukan berbagai pembenahan organisasi, termasuk mendorong proses rekonsiliasi dan penyatuan yang telah lama menjadi harapan para pemuda Indonesia.
Menurut Saad, dinamika internal yang terjadi sejak 2015 telah berdampak pada pergerakan organisasi di berbagai daerah. Akibatnya, peran KNPI sebagai mitra strategis dan mitra kritis pemerintah dalam bidang kepemudaan menjadi kurang optimal.
“Selama hampir satu dekade, KNPI seperti kehilangan ruh dan daya geraknya. Karena itu, salah satu prioritas kami adalah mengembalikan marwah KNPI sebagai rumah besar pemuda Indonesia,” ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, DPP KNPI mengusung sejumlah program dan gagasan baru. Salah satunya adalah konsep “Investor of Change Pemuda Indonesia”, yang menempatkan pemuda bukan hanya sebagai agen perubahan, tetapi juga sebagai pihak yang memiliki dan menentukan arah perubahan itu sendiri.
Selain itu, KNPI juga memperkenalkan slogan baru bertajuk “Bergerak Berdampak”, yang akan diluncurkan secara resmi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP KNPI pada 25 Juni mendatang.
Melalui gerakan ini, pemuda didorong untuk tidak sekadar aktif berorganisasi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Saad menilai momentum bonus demografi yang tengah dialami Indonesia harus dimanfaatkan secara maksimal.
Dengan jumlah penduduk usia produktif yang mendominasi, pemuda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa.
“Bonus demografi harus menjadi peluang emas bagi Indonesia, jangan sampai justru berubah menjadi bencana demografi karena potensi generasi muda tidak dikelola dengan baik,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa KNPI memiliki jaringan organisasi yang tersebar dari tingkat pusat hingga kecamatan. Struktur tersebut meliputi Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat provinsi, DPD kabupaten/kota, hingga Dewan Pengurus Kecamatan (DPK).
Kepengurusan KNPI sendiri berasal dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang mengirimkan kader-kader terbaiknya untuk berkontribusi dalam pembangunan organisasi dan pengembangan generasi muda.
Menurut Saad, antusiasme organisasi kepemudaan terhadap KNPI masih sangat tinggi. Oleh karena itu, ia optimistis proses penyatuan organisasi dapat terwujud sehingga KNPI kembali menjadi kekuatan besar dalam membangun karakter, kapasitas, dan kepemimpinan pemuda Indonesia.
“Kami berharap seluruh elemen kepemudaan bisa duduk bersama dan bersatu demi kepentingan bangsa. Pemuda harus kembali menjadi kekuatan utama dalam pembangunan nasional,” pungkasnya.
Red Dons)***


