Jakarta, LensaWarna.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional.
Melalui Unit Pengelola Jakarta Smart City (JSC), Jakarta berhasil meraih penghargaan kategori Outstanding City–Overseas Cities dalam World Smart City Expo (WSCE) 2026 Award yang digelar di Busan, Korea Selatan.
Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi JAKI: AI-Enabled Citizen Complaint Platform for a Trusted Global City, yang dinilai mampu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan perkotaan dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

WSCE 2026 berlangsung pada 9–11 September 2026. Ajang internasional tersebut mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, industri, akademisi hingga pemangku kepentingan dari sejumlah negara untuk membahas perkembangan teknologi dan penerapannya dalam membangun kota cerdas.
Tahun ini, WSCE memberikan perhatian terhadap berbagai inovasi yang memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan pelayanan perkotaan.
Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City, Ponirin Ariadi Limbong, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Jakarta mengembangkan JAKI sebagai platform pelayanan publik digital.
Menurut Limbong, JAKI saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana pengaduan masyarakat. Platform tersebut telah berkembang menjadi ekosistem layanan digital yang mengintegrasikan 107 layanan publik dari 61 perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
“JAKI kami kembangkan sebagai ekosistem layanan digital yang menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan berbagai layanan pemerintah dalam satu platform.
Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab persoalan perkotaan dan meningkatkan kualitas layanan publik,” ujar Limbong di Busan, Jumat (11/9).
Selain menerima penghargaan, Limbong turut menjadi pembicara dalam salah satu panel WSCE 2026 bertajuk “Jakarta as a Global City: Digital Integration for Sustainable Public Services”.
Dalam forum tersebut, ia memaparkan pengalaman Jakarta dalam memanfaatkan transformasi digital untuk mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.
Sejumlah inovasi yang dipaparkan antara lain integrasi lebih dari 100 layanan publik melalui JAKI, pengembangan sistem transportasi terpadu melalui JakLingko, ekosistem pemberdayaan UMKM melalui JakPreneur, serta pengelolaan sampah dengan pendekatan teknologi Waste to Energy.
Limbong menilai transformasi digital tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Penguatan kapasitas sumber daya manusia serta kerja sama antarkota juga menjadi faktor penting agar inovasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Dalam konteks tersebut, Pemprov DKI Jakarta melalui program Jakarta-Seoul Connect bersama Seoul National University Global R&DB Center tengah menjajaki pengembangan program peningkatan kapasitas bagi para pemimpin sektor publik.
Program tersebut dirancang melalui pembelajaran daring yang disesuaikan dengan kebutuhan Jakarta. Ke depan, skema serupa berpotensi dikembangkan untuk membantu meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan di berbagai kota di Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan penghargaan internasional tersebut menjadi bukti bahwa transformasi layanan digital Jakarta semakin mendapat perhatian di tingkat global.
Menurutnya, pengembangan layanan digital harus tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta membuka ruang partisipasi publik dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa upaya Jakarta membangun layanan digital yang dekat dengan masyarakat mendapat apresiasi internasional.
JAKI menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju kota global yang memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kepercayaan, membuka ruang partisipasi, dan merespons kebutuhan masyarakat secara terintegrasi,” kata Marulina.
Di sisi lain, Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Shendy Adam Firdaus, menyoroti pentingnya komunikasi publik dalam setiap proses transformasi digital.
Ia mengatakan inovasi teknologi perlu diiringi penyampaian informasi yang mudah dipahami agar masyarakat mengetahui layanan, fitur, serta manfaat yang tersedia.
“Komunikasi publik perlu hadir sejak inovasi dirancang agar informasi mengenai layanan, fitur, dan manfaatnya dapat dipahami masyarakat melalui kanal yang sesuai dengan kebiasaan mereka mengakses informasi,” ujarnya.
Penghargaan WSCE 2026 tersebut sekaligus memperkuat posisi Jakarta dalam pengembangan kota berbasis teknologi.
Melalui JAKI dan berbagai inovasi digital lainnya, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong terciptanya pelayanan publik yang terintegrasi, responsif, serta semakin dekat dengan kebutuhan warga.
Red Dons)***


