Bandung, LensaWarna.com – Penyanyi sekaligus penulis lagu Hanaria memperkenalkan karya terbarunya berjudul “Aku Peluklah Sepi”. Single yang dirilis pada 18 September 2026 ini membawa nuansa indie folk dan ambient folk dengan aransemen minimalis serta atmosfer musik yang emosional.
“Aku Peluklah Sepi” mengangkat cerita mengenai patah hati, perpisahan, pencarian jati diri, hingga proses menerima keadaan. Lagu tersebut tidak hanya menggambarkan kesedihan setelah kehilangan seseorang, tetapi juga mencoba menghadirkan kesendirian sebagai bagian dari perjalanan untuk lebih memahami diri sendiri.

Bagi Hanaria, lagu ini menjadi semacam catatan personal sekaligus ruang katarsis. Nuansa melankolis yang dihadirkan menjadi media untuk menggambarkan berbagai perasaan yang muncul ketika seseorang harus menghadapi perpisahan.
Inspirasi lagu tersebut juga berkaitan dengan gagasan mengenai pelepasan yang dikaitkan dengan pemikiran filsuf eksistensialis Albert Camus.
Konsep keterasingan serta menjaga jarak emosional sebagai salah satu bentuk perlindungan diri dari trauma masa lalu turut menjadi bahan refleksi dalam proses kreatif lagu ini.
Secara musikal, “Aku Peluklah Sepi” mengandalkan pendekatan yang sederhana dan atmosferik. Aransemen tersebut memberikan ruang bagi cerita dalam lagu untuk berkembang secara emosional, sekaligus mempertahankan karakter intim yang menjadi bagian dari musik Hanaria.
Single ini ditulis oleh Arya Dahana Abimanyu, yang juga bertindak sebagai produser bersama Haekal Nadhil Badjeber.
Haekal turut menangani proses recording, mixing, hingga mastering.
Pada bagian vokal, Arya Dahana Abimanyu berkolaborasi dengan Zakia Salsabila, sedangkan permainan gitar diisi oleh Zidane Kallari Nurakhmanda.
Selain dirilis dalam format audio, “Aku Peluklah Sepi” juga hadir dalam bentuk music video yang diluncurkan bersamaan dengan single pada 18 September 2026.
Setelah itu, Hanaria juga akan melanjutkannya dengan perilisan video lirik.
Melalui karya ini, Hanaria berharap “Aku Peluklah Sepi” dapat menjadi ruang bagi pendengar untuk menemukan hubungan emosional dengan lagu sekaligus memaknai kesepian dan perpisahan berdasarkan pengalaman masing-masing.
Sebab, meski bentuk kehilangan dan kesendirian dapat berbeda pada setiap orang, proses untuk menerima dan berdamai dengan keadaan merupakan pengalaman yang dapat dirasakan secara manusiawi.
Red Dons)***


