Home » Haji Ninong Terharu Jalani Terapi Berbasis Sel, Prof. Terawan Turun Langsung Ambil Darah

Haji Ninong Terharu Jalani Terapi Berbasis Sel, Prof. Terawan Turun Langsung Ambil Darah

Jakarta, LensaWarna.com– Pengalaman berkesan dialami tokoh masyarakat asal Kotamobagu, Sulawesi Utara, Sudirman Sulaiman yang akrab disapa Haji Ninong, saat menjalani terapi berbasis sel di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Bagi Haji Ninong, pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi medis yang tengah dijalaninya. Ia juga terkesan dengan sikap rendah hati Letjen TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) RI, yang disebutnya turun langsung mengambil darah sebagai bagian dari proses terapi.

Momen tersebut berlangsung pada Selasa (18/8/2026). Haji Ninong mengaku merasa tersentuh ketika Prof. Terawan sendiri melakukan pengambilan darah terhadap dirinya.

“Terus terang saya merasa beruntung. Profesor dr. Terawan sendiri yang mengambil darah saya,” ujar Haji Ninong.

Menurut Haji Ninong, tindakan tersebut memberikan kesan tersendiri. Ia menilai posisi dan pengalaman seseorang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap memberikan pelayanan secara dekat kepada pasien.

Ia pun menggambarkan Prof. Terawan sebagai sosok yang tetap sederhana dan tidak menjaga jarak meski memiliki latar belakang panjang sebagai dokter, akademisi, serta pejabat negara.

“Prof. dr. Terawan sungguh rendah hati. Padahal jabatan beliau begitu tinggi, tetapi masih mau mengambil darah pasien sendiri. Bagi saya, itu luar biasa,” katanya.

Menjalani Terapi Berbasis Sel

Terapi yang dijalani Haji Ninong berkaitan dengan pendekatan imunoterapi berbasis sel dendritik atau dendritic cell.

Secara umum, terapi berbasis sel merupakan pendekatan medis yang memanfaatkan sel dari tubuh pasien untuk melalui proses tertentu sebelum digunakan kembali dalam rangkaian terapi.

Penerapan metode tersebut membutuhkan prosedur medis dan penanganan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sesuai protokol yang berlaku.

Bagi Haji Ninong, proses tersebut memberikan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan teknologi kedokteran. Interaksi langsung dengan dokter justru menjadi bagian yang paling membekas dalam perjalanannya menjalani terapi.

Ia menilai sikap seorang dokter kepada pasien dapat memberikan pengaruh besar terhadap rasa percaya diri dan semangat pasien dalam menjalani proses pengobatan.

“Saya melihat sendiri bagaimana beliau melayani dengan rendah hati. Jabatan itu tidak membuat beliau menjaga jarak dengan pasien,” ungkapnya.

Berharap Terapi Berbasis Sel Terus Berkembang

Haji Ninong berharap perkembangan teknologi dan penelitian di bidang terapi berbasis sel di Indonesia dapat terus mengalami kemajuan.

Menurutnya, perkembangan ilmu kedokteran dapat membuka lebih banyak pilihan bagi masyarakat, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, ketepatan prosedur, serta dasar ilmiah dalam penerapannya.

Ia juga berharap pengalaman pasien dalam menjalani terapi dapat menjadi bagian dari cerita positif mengenai perkembangan layanan dan teknologi kesehatan di Indonesia.

“Teknologi medis memberikan harapan, tetapi kerendahan hati seorang dokter memberikan kekuatan lain bagi pasien untuk tetap percaya dan menjalani proses pengobatan,” tuturnya.

Pengalaman Haji Ninong tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kemajuan teknologi kedokteran tidak hanya berbicara mengenai metode dan prosedur medis.

Hubungan manusiawi antara dokter dan pasien juga menjadi bagian penting yang dapat
memberikan kesan mendalam selama proses pelayanan kesehatan.

Git-rilis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *