Jakarta, LensaWarna.com– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong penguatan layanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta pemanfaatan teknologi digital.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menciptakan masyarakat Jakarta yang tidak hanya memiliki tingkat kesejahteraan ekonomi yang baik, tetapi juga sehat, tangguh, dan memiliki kualitas hidup yang semakin meningkat.

“Tenaga kesehatan responsif, pemerintah hadir, dan masyarakat bergerak bersama. Itulah yang menjadikan Jakarta tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga sehat, tangguh, dan berkualitas manusianya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, menilai peningkatan kemampuan para kader merupakan salah satu kunci dalam memperkuat pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.
Menurut Hani, keberadaan kader Posyandu memiliki peran strategis karena tidak hanya menjalankan kegiatan pelayanan, tetapi juga menjadi penggerak keluarga dalam menerapkan pola hidup sehat.
“Kader tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga penggerak yang membantu keluarga membangun kebiasaan hidup sehat,” ujar Hani.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa penerapan konsep Smart Posyandu terus berkembang di wilayah Jakarta.
Dari total 4.469 Posyandu yang ada di DKI Jakarta, sebanyak 3.148 Posyandu atau sekitar 70,44 persen telah menerapkan Smart Posyandu.
Penerapan Smart Posyandu diharapkan dapat membuat pelayanan kesehatan masyarakat menjadi lebih terintegrasi dengan dukungan data dan teknologi.
“Smart Posyandu mendorong layanan yang lebih terintegrasi berbasis data dan teknologi, sehingga deteksi dini, pemantauan, edukasi, serta tindak lanjut masalah kesehatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat,” kata Ani.
Penguatan Smart Posyandu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan dukungan kader, tenaga kesehatan, pemerintah, dan partisipasi warga, layanan kesehatan di tingkat komunitas diharapkan semakin efektif dan mudah diakses.
Langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini berbagai persoalan kesehatan, sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga untuk menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Red Dons)***


