Home » Sigit Wardana Tegaskan Eksistensi Musik Solo Lewat Mini Album “Eksisten!”

Sigit Wardana Tegaskan Eksistensi Musik Solo Lewat Mini Album “Eksisten!”

Jakarta, LensaWarna.com– Sigit Wardana kembali memperlihatkan keseriusannya menapaki perjalanan sebagai solois. Bertepatan dengan 14 Agustus 2026, penyanyi yang juga dikenal sebagai vokalis Basejam tersebut resmi merilis mini album bertajuk “Eksisten!” di berbagai platform digital.

Mini album ini berisi lima lagu yang menjadi representasi perjalanan, pengalaman, sekaligus sisi personal Sigit Wardana selama menjalani karier di dunia musik.

Sigit Wardana rilis mini album Eksisten 14 Agustus 2026
Sigit Wardana menghadirkan mini album “Eksisten!” sebagai karya personal yang merekam perjalanan hidup, pengalaman bermusik, dan semangatnya untuk terus berkarya sebagai solois.

Dari lima materi tersebut, tiga merupakan lagu remake, sementara dua lainnya menjadi bagian dari warna baru yang ingin ia hadirkan dalam proyek solonya.

Bagi Sigit, judul “Eksisten!” bukan sekadar nama sebuah mini album. Tanda seru yang disematkan di belakang kata tersebut menjadi bentuk pernyataan bahwa dirinya masih terus berkarya dan memiliki suara yang ingin disampaikan kepada para pendengar.

“EP ini gue kasih judul ‘Eksisten!’ pakai tanda seru. Ini semacam statement tegas dari gue. Di tengah segala dinamika hidup dan perjalanan karier musik selama ini, EP ini jadi penanda kalau gue masih ada, masih bersuara, dan berkomitmen untuk tetap eksisten seutuhnya lewat karya solo,” ujar Sigit Wardana.

Lima Lagu Jadi Pilihan yang Paling Tepat

Sigit menilai format mini album dengan lima lagu cukup ideal untuk menyampaikan cerita tanpa membuat pendengar kehilangan rasa penasaran terhadap karya berikutnya.

Menurutnya, lima lagu memberikan ruang yang cukup untuk memperkenalkan karakter musikalnya sebagai solois, sekaligus menjadi jembatan menuju proyek-proyek selanjutnya.

“Lima lagu itu porsinya pas. Nggak terlalu sedikit buat bercerita, tapi juga cukup bikin orang penasaran menunggu rilisan gue selanjutnya,” katanya.

Meski sekitar 60 persen materi dalam “Eksisten!” merupakan lagu remake, Sigit memastikan pemilihan setiap lagu dilakukan secara personal.

Lagu-lagu tersebut memiliki keterkaitan dengan pengalaman dan perjalanan hidup yang pernah dilaluinya.
Ia juga merasakan perbedaan besar ketika mengerjakan karya solo dibandingkan saat berada di dalam sebuah band.

“Walaupun sebagian besar lagu di EP ini remake, semuanya benar-benar gue pilih karena sesuai dengan apa yang pernah gue alami. Kalau di band kita sering kompromi ide, tapi di proyek solo ini gue bisa lebih jujur sama apa yang gue rasain,” tuturnya.

Sebagai solois, Sigit memiliki keleluasaan lebih besar dalam menentukan arah musik, karakter vokal, hingga emosi yang ingin disampaikan.

“Kalau di band prosesnya demokrasi banget. Tapi sebagai solois, gue jadi seperti sutradara tunggal buat visi musik gue sendiri,” ujarnya.

Tantangan Memberikan Warna Baru pada Lagu Remake

Mengaransemen ulang lagu yang sebelumnya sudah dikenal publik menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi Sigit. Ia ingin memberikan karakter baru tanpa menghilangkan ruh dari lagu aslinya.

“Tantangan terbesarnya adalah melepaskan bayang-bayang versi original. Gue ingin lagu-lagu itu tetap terasa ‘Sigit banget’ tanpa terdengar memaksakan,” ungkapnya.

Pemilihan materi pun dilakukan melalui proses yang cukup panjang. Dari berbagai lagu yang tersedia, Sigit memilih karya yang dianggap memiliki energi dan cerita yang paling sesuai dengan konsep mini album.

Urutan track juga disusun dengan mempertimbangkan perjalanan emosi pendengar, lagu dengan nuansa lebih upbeat ditempatkan sebagai pembuka, kemudian bergerak menuju materi yang lebih emosional, sebelum akhirnya ditutup dengan suasana yang lebih bahagia.

Konsep tersebut diharapkan membuat lima lagu dalam “Eksisten!” terasa sebagai satu kesatuan cerita.

Hanya Satu Lagu yang Ditulis Sigit

Dari lima lagu yang masuk ke dalam mini album, hanya satu lagu yang merupakan ciptaan Sigit Wardana. Namun, kondisi tersebut bukan berarti ia berhenti menulis lagu.
Sejak awal, proyek “Eksisten!” memang dirancang sebagai ruang untuk membawakan kembali sejumlah lagu lama maupun karya musisi lain yang memiliki arti khusus bagi perjalanan hidupnya.

“Bukan karena lagi nggak bikin lagu. Memang konsep EP ini dari awal untuk membawakan lagu-lagu lama dan karya orang lain. Lagu-lagu ciptaan gue sendiri sudah siap untuk rilisan berikutnya,” jelas Sigit.

Saat Bahagia” Hampir Tidak Masuk

Salah satu cerita menarik di balik proses produksi mini album ini adalah lagu “Saat Bahagia” yang sempat berada di ujung pilihan.

Sigit awalnya merasa aransemen lagu tersebut belum memberikan perbedaan yang cukup kuat dibandingkan versi sebelumnya.

Namun, setelah melalui sejumlah perubahan dan diskusi bersama produser serta tim produksi, lagu tersebut justru berkembang menjadi salah satu materi yang dianggap penting dalam EP.

“Setelah beberapa kali ganti aransemen dan produser musik, ternyata lagu ini justru jadi salah satu lagu yang paling kuat di EP dan bikin keseluruhan album terasa lebih dinamis,” katanya.

Didukung AFE Records dan Sejumlah Musisi

Dalam proses pengerjaannya, Sigit tidak bekerja sendirian.
Proyek “Eksisten!” mendapat dukungan dari AFE Records, manajemen, serta sejumlah musisi dan produser yang terlibat dalam proses kreatif maupun produksinya.

Tiga lagu remake dalam mini album tersebut dikerjakan setelah melalui proses perizinan dengan para pencipta karya. Nama yang disebut antara lain Pamungkas NM, Oncy Ungu, Alexander Ongko, serta karya almarhum Bartje Van Houten.

Untuk produksi musik, Sigit menggandeng Acoy dari Rocker Kasarunk. Sementara Fransiscus Eko turut terlibat sebagai produser bersama Sigit, dengan Eny Handayanih yang ikut mendampingi proses produksi hingga tahap perilisan.

Produser Fransiscus Eko menjelaskan bahwa proses produksi mini album sebenarnya telah dimulai sejak tahun sebelumnya.

Namun, proses pengurusan lisensi untuk sejumlah lagu remake membuat jadwal perilisan mengalami penyesuaian.

“Produksi EP ‘Eksisten!’ ini sudah berjalan mulai tahun lalu. Prosesnya berjalan agak sedikit meleset dari timeline karena kita perlu waktu untuk mengurus lisensi lagu dari beberapa pencipta lagu yang di-remake oleh Sigit,” terang Fransiscus Eko.

Meski menghadapi sejumlah proses yang cukup panjang, ia menyebut seluruh tim tetap bersemangat menyelesaikan proyek tersebut.

“Kita tetap semangat dan happy menyelesaikan proyek EP ini karena kita di-support terus oleh Pak Hendy Ahmad selaku eksekutif produser, Farid Zafran dan teman-teman kreatif dari AFE Records lainnya,” lanjutnya.

Menjadi Awal Babak Baru

Melalui “Eksisten!”, Sigit Wardana berharap musik yang dihadirkannya tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat memberikan energi positif bagi orang-orang yang mendengarkannya.

Mini album tersebut menjadi penanda babak baru perjalanan solo Sigit. Setelah melewati berbagai dinamika dalam karier bermusik, ia ingin menunjukkan bahwa konsistensi dalam berkarya merupakan salah satu cara untuk mempertahankan eksistensi.

Mini album “Eksisten!” resmi dirilis pada 14 Agustus 2026 dan sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital.

Sementara itu, video musik maupun video lirik untuk materi dalam mini album tersebut akan menyusul. Proses pengambilan gambar dijadwalkan mulai dilakukan pada akhir Agustus 2026.

Bagi Sigit, “Eksisten!” bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Lima lagu tersebut justru menjadi pembuka untuk karya-karya berikutnya yang telah dipersiapkan, termasuk lagu-lagu ciptaannya sendiri.

Red Shaff)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *