Home » Tanpa Kembang Api, Volume Sampah Tahun Baru di Jakarta Turun Jadi 91 Ton

Tanpa Kembang Api, Volume Sampah Tahun Baru di Jakarta Turun Jadi 91 Ton

Jakarta, LensaWarna.com – Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Jakarta berlangsung lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan tanpa pesta kembang api serta kondisi cuaca yang sempat diguyur hujan ringan berdampak pada menurunnya aktivitas luar ruang warga.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat total sampah sisa perayaan mencapai sekitar 415 meter kubik atau setara 91,41 ton.
Jumlah tersebut mengalami penurunan cukup signifikan jika dibandingkan dengan perayaan Tahun Baru sebelumnya yang menghasilkan timbulan sampah hingga 132 ton.

Tanpa Kembang Api, Volume Sampah Tahun Baru di Jakarta Turun Jadi 91 Ton
Tanpa Kembang Api, Volume Sampah Tahun Baru di Jakarta Turun Jadi 91 Ton

Sampah-sampah tersebut berasal dari berbagai titik keramaian yang menjadi pusat perayaan, seperti kawasan Bundaran HI, Jalan Sudirman–MH Thamrin, Sarinah, Dukuh Atas, Semanggi, SCBD, Bursa Efek Indonesia, Monas, Jalan Medan Merdeka, Patung Pemuda Membangun, Lapangan Banteng, hingga kawasan Masjid Istiqlal dan sekitarnya.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan bahwa pembersihan dilakukan secara intensif sejak malam pergantian tahun hingga dini hari.

Ribuan petugas kebersihan dikerahkan dengan dukungan armada pengangkut sampah untuk memastikan seluruh kawasan kembali bersih sebelum aktivitas masyarakat dimulai.

“Walaupun jumlah pedagang kaki lima meningkat dan hujan membuat proses pembersihan harus dilakukan lebih banyak secara manual, seluruh area perayaan berhasil kami tangani dengan baik,” ujar Asep, Kamis (1/1).

Ia menjelaskan, kondisi basah akibat hujan membuat sampah lebih berat karena bercampur air dan menempel di permukaan jalan. Meski demikian, seluruh lokasi utama perayaan telah selesai dibersihkan menjelang subuh.
Asep menambahkan, berkurangnya volume sampah tidak lepas dari kebijakan pelarangan kembang api, cuaca, serta konsep perayaan Tahun Baru yang dikemas lebih sederhana dan bermakna.

DLH DKI Jakarta juga mengapresiasi dedikasi para petugas kebersihan yang tetap bekerja menjaga kebersihan ibu kota.

Selain itu, ia turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi sampah selama perayaan.

“Partisipasi warga sangat membantu menciptakan suasana perayaan yang tertib, nyaman, dan bersih,” katanya.
Sebagai informasi, perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta digelar dengan nuansa reflektif melalui doa bersama, sebagai bentuk empati terhadap masyarakat terdampak bencana alam di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Semangat kepedulian tersebut sejalan dengan komitmen menjaga kebersihan, ketertiban, dan nilai kemanusiaan di ruang publik Jakarta.
Red Dons)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *