Jakarta, LensaWarna.com-Pemerintah terus memperkuat layanan air bersih di wilayah barat ibu kota melalui pembangunan infrastruktur pendukung yang bersifat fleksibel dan berkelanjutan.
Salah satunya dengan menghadirkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) komunal berkapasitas kecil yang ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Babakan.

IPA komunal tersebut memiliki kapasitas produksi antara 2 hingga 4 liter per detik dan mampu melayani sekitar 400 rumah tangga, khususnya di daerah yang belum terjangkau jaringan perpipaan utama. Langkah ini menjadi solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Selain itu, PAM Jaya juga tengah mengembangkan infrastruktur skala besar guna memperkuat suplai air di wilayah Jakarta Barat. Salah satunya melalui pembangunan reservoir di kawasan Semanan dengan kapasitas mencapai 24 juta liter yang dilakukan secara bertahap.
Tak hanya itu, dibangun pula IPA berkapasitas hingga 200 liter per detik untuk mendukung distribusi air bersih yang lebih merata.
Menurut Arief Nasrudin, penggunaan IPA portabel menjadi strategi efektif karena sifatnya yang fleksibel dan dapat dipindahkan sesuai kebutuhan.
“IPA portabel ini hanya bersifat sementara dan bisa dipindahkan ke lokasi lain yang memiliki potensi sumber air, seperti sungai maupun waduk. Dengan begitu, pemanfaatannya bisa lebih optimal, terutama untuk memperkuat layanan di wilayah yang masih tergolong kritis seperti Jakarta Barat,” ujarnya.
Ke depan, pengembangan infrastruktur air bersih ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan layanan sekaligus menjawab tantangan ketersediaan air bersih di kawasan padat penduduk.
Red Mal)***


