Jakarta, LensaWarna.com – Industri film horor Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran karya terbaru bertajuk Hajatan Setan.
Film produksi MBK Productions bersama Drias Film ini resmi diperkenalkan kepada publik pada Rabu (4/3/2026) dan digadang-gadang menghadirkan nuansa horor yang berbeda dengan mengangkat mitos serta tradisi kelam dari sebuah desa di Pulau Jawa.
Tak hanya menyasar penonton dalam negeri, film ini juga menggandeng distributor internasional Mockingbird Pictures untuk memperluas jangkauan penayangan hingga ke pasar global.
Langkah tersebut menjadi upaya memperkenalkan cerita horor bernuansa lokal Indonesia ke panggung internasional.
Mengusung konsep folk horror yang dipadukan dengan drama sosial, Hajatan Setan menghadirkan sejumlah aktor dan aktris dari berbagai generasi. Di antaranya Ari Irham, Alika Jantinia, Gisellma Firmansyah, Tanta Ginting, Indra Birowo, Asri Welas, Bima Zeno, Karina Suwandi, serta Sita Permata Sari.
Film ini diproduseri oleh Budi Yulianto sebagai produser eksekutif dan Rendy Gunawan sebagai produser. Sementara kursi sutradara diisi oleh Bambang Drias bersama Eko Kristianto. Skenarionya ditulis oleh Andhy Pulung, B. W. Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi.
Cerita Desa dengan Tradisi Misterius
Kisah Hajatan Setan berfokus pada seorang perempuan muda yang kembali ke kampung halamannya setelah lama meninggalkan desa tersebut.
Namun kepulangannya justru memicu serangkaian peristiwa ganjil yang mengganggu ketenangan warga.
Seiring waktu, berbagai kejadian aneh mulai bermunculan.
Ketegangan meningkat ketika sebuah rahasia lama perlahan terungkap tentang tradisi desa yang dipercaya membawa kesejahteraan, tetapi diduga mengharuskan adanya tumbal manusia sebagai bagian dari ritualnya.
Situasi itu memunculkan pertanyaan besar: apakah kemakmuran yang dinikmati desa selama ini benar-benar memiliki harga yang harus dibayar?
Horor yang Sarat Konflik Emosional
Aktor Ari Irham mengungkapkan bahwa kekuatan cerita film ini tidak hanya terletak pada elemen menakutkan, tetapi juga pada konflik emosional yang dialami para karakter.
Menurutnya, kisah dalam film ini menggambarkan ketakutan yang terasa dekat dengan kehidupan nyata, terutama terkait tekanan sosial dan trauma masa lalu.
Sementara itu, aktris Asri Welas mengaku merasakan pengalaman akting yang cukup menantang saat terlibat dalam proyek ini, ia menilai cerita Hajatan Setan memiliki atmosfer mencekam yang kuat sejak pertama kali membaca naskahnya.
Mengangkat Pertanyaan tentang Tradisi
Sutradara Bambang Drias menjelaskan bahwa film ini lahir dari keinginan untuk menggali makna di balik tradisi yang sering diterima tanpa banyak dipertanyakan.
Menurutnya, konsep “hajatan” biasanya identik dengan perayaan dan kebahagiaan, Namun dalam film ini, perayaan tersebut justru menyimpan sisi gelap yang mengundang teror.
Senada dengan itu, Eko Kristianto menambahkan bahwa pendekatan visual dan cerita dibuat sedekat mungkin dengan realitas kehidupan masyarakat desa agar terasa lebih autentik bagi penonton.
Siap Jadi Sorotan Film Horor Tahun Ini
Dengan perpaduan cerita yang sarat misteri, jajaran pemain ternama, serta pendekatan horor berbasis budaya lokal, Hajatan Setan diprediksi menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling dinanti tahun ini.
Selain menghadirkan ketegangan, film ini juga mengangkat isu tentang kepercayaan kolektif, tekanan sosial, hingga pengorbanan dalam tradisi masyarakat—tema yang dinilai mampu memancing diskusi di kalangan penonton.
Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui akun media sosial resmi mereka di @filmhajatanfilm dan @driasfilm_.
Film ini seolah mengingatkan bahwa tidak semua pesta membawa kebahagiaan. Terkadang, di balik perayaan yang meriah, tersimpan rahasia kelam yang siap menghantui siapa saja yang mencoba mengungkapnya.
Red Dons)***


