Jakarta, LensaWarna.com – Tren gaya hidup aktif yang semakin meningkat di masyarakat turut berdampak pada bertambahnya kasus cedera olahraga dan gangguan muskuloskeletal, terutama pada usia produktif.
Data menunjukkan cedera ligamen mencapai sekitar 41,1 persen, dengan mayoritas kasus terjadi pada bagian kaki dan lutut serta didominasi oleh kalangan muda. Sayangnya, banyak kasus tidak ditangani sejak awal sehingga berisiko berkembang menjadi kondisi kronis.

Menjawab tantangan tersebut, Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center (PSCOC) yang berlokasi di Primaya Hospital Bekasi Timur terus memperkuat perannya sebagai pusat layanan ortopedi terintegrasi.
Memasuki usia lima tahun sejak berdiri pada 2021, pusat layanan ini konsisten menghadirkan inovasi dalam penanganan cedera dan gangguan tulang serta sendi.

Sepanjang perjalanannya, PSCOC telah menangani lebih dari 2.600 tindakan medis yang mencakup berbagai kasus, mulai dari cedera olahraga, gangguan tulang belakang, bedah tangan dan mikro, hingga penanganan panggul, lutut, trauma kompleks, serta ortopedi umum. Layanan ini juga telah dipercaya oleh sejumlah klub dan organisasi olahraga seperti Bogor LavAni, PBSI Jakarta Selatan, PBVSI, hingga KONI Kota Bekasi untuk mendukung kesehatan para atlet.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, menjelaskan bahwa penguatan layanan dilakukan melalui pemanfaatan teknologi medis terkini.
Salah satunya adalah penggunaan Cyberdine HAL (Hybrid Assistive Limb), sebuah teknologi exoskeleton robotik yang membantu proses rehabilitasi dan mempercepat pemulihan fungsi gerak pasien.
Selain itu, PSCOC juga mengembangkan Orthobiological Center yang menghadirkan layanan berbasis terapi modern seperti PRP, secretome, dan stem cell yang terintegrasi, mulai dari tahap diagnosis, tindakan medis, hingga rehabilitasi pasien.
Dukungan layanan semakin optimal dengan pendekatan terpadu antara penanganan operatif dan non-operatif yang melibatkan tim dokter spesialis ortopedi multidisiplin.
Fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap, mulai dari fisioterapi konvensional hingga berbasis robotik, serta berbagai teknologi penunjang seperti Bone Mineral Density (BMD), X-Ray Long Length, R-Force Treadmill, Focus Shockwave Therapy, USG Pain Management, hingga High Intensity Laser.
Ketua SMF Ortopedi sekaligus Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Evan, M.Kes, Sp.OT., Subsp.CO(K), FICS, AIFO-K, menekankan bahwa pendekatan komprehensif menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pemulihan pasien.
Menurutnya, layanan tidak hanya berfokus pada penyembuhan cedera, tetapi juga pada pemulihan fungsi tubuh dan kualitas hidup secara menyeluruh.
“Banyak pasien, termasuk atlet, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akibat cedera kini dapat kembali beraktivitas bahkan berkompetisi.
Hal ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menyatakan bahwa pencapaian PSCOC selama lima tahun terakhir merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mengedepankan kualitas klinis, inovasi teknologi, serta pelayanan yang berorientasi pada pasien.
Ia menambahkan bahwa layanan ortopedi menjadi salah satu unggulan yang terus dikembangkan di seluruh jaringan Primaya Hospital.
Saat ini, Primaya Hospital didukung oleh lebih dari 70 dokter spesialis ortopedi yang tersebar di 20 jaringan rumah sakit. Ke depan, pengembangan akan difokuskan pada penambahan subspesialisasi seperti ortopedi onkologi dan ortopedi anak, serta pemanfaatan teknologi medis terbaru guna menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Red Dons)***


