Home » RAN Hadirkan Nostalgia Lewat Remake “Pandangan Pertama”, Sambut 20 Tahun Berkarya

RAN Hadirkan Nostalgia Lewat Remake “Pandangan Pertama”, Sambut 20 Tahun Berkarya

Jakarta, LensaWarna.com – Grup musik RAN kembali membawa penggemarnya bernostalgia lewat proyek spesial remake video musik “Pandangan Pertama”.

Langkah ini menjadi bagian dari perjalanan menuju perayaan 20 tahun karier mereka yang akan dirayakan pada November 2026 mendatang.

RAN Hadirkan Nostalgia Lewat Remake “Pandangan Pertama”, Sambut 20 Tahun Berkarya
RAN Hadirkan Nostalgia Lewat Remake “Pandangan Pertama”, Sambut 20 Tahun Berkarya

Setelah sukses menggelar pertunjukan musikal “Pandangan Pertama” bersama Jakarta Movin dan Seraya Live beberapa waktu lalu, trio yang digawangi Rayi, Asta, dan Nino itu kembali menghidupkan karya lawas mereka dalam versi visual terbaru.

Menariknya, remake video musik tersebut dibuat sangat mirip dengan versi asli yang dirilis pada 2006.

Bagi RAN, lagu “Pandangan Pertama” bukan sekadar lagu debut. Lagu tersebut dianggap sebagai titik awal perjalanan panjang mereka di industri musik Indonesia.

Selama hampir dua dekade, lagu itu telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup para personel maupun para pendengarnya.

“Kami nggak pernah benar-benar meninggalkan lagu ini. Semakin dewasa, kami makin sadar kalau hidup kami berubah karena lagu ini,” ungkap Nino dalam keterangan persnya.

Video Musik yang Penuh Detail dan Nostalgia
Remake video musik “Pandangan Pertama” digarap dengan pendekatan yang sangat detail. Mulai dari wardrobe, styling, gestur, hingga angle kamera dibuat semirip mungkin dengan versi aslinya.

Menurut Rayi, proses tersebut bukan untuk memperbaiki masa lalu, melainkan bentuk penghormatan terhadap karya yang menjadi awal perjalanan mereka.

“Kita benar-benar menonton frame per frame video lama supaya semua terasa familiar,” ujar Rayi.

Asta juga mengaku proses remake ini menghadirkan banyak emosi dan kenangan lama yang kembali terasa saat proses syuting berlangsung.
“Ada momen saat syuting yang bikin terasa seperti kembali ke masa awal RAN berdiri. Chemistry itu ternyata masih ada sampai sekarang,” kata Asta.

Kisah Lucu di Balik Syuting
Di balik nuansa nostalgia yang hangat, terdapat cerita unik saat proses produksi berlangsung. Dalam video musik original tahun 2006, salah satu personel ternyata menggunakan sepatu “KW” karena keterbatasan biaya saat itu.

Ketika tim produksi mencoba mencari sepatu yang sama untuk remake versi 2026, mereka justru kesulitan menemukan versi aslinya karena sudah langka di pasaran.

Cerita tersebut menjadi salah satu momen yang paling menghibur selama proses syuting remake berlangsung.
Perjalanan yang Tidak Pernah Berhenti
RAN menegaskan proyek remake ini bukanlah sebuah “comeback”, melainkan kelanjutan perjalanan yang memang tidak pernah berhenti sejak pertama kali mereka hadir di industri musik.

“Ini bukan soal kembali lagi, tapi perjalanan yang memang terus berjalan sejak awal,” tambah Nino.

Melalui remake “Pandangan Pertama”, RAN ingin mengingat kembali bagaimana semuanya dimulai, sekaligus mengajak para pendengar lama maupun generasi baru menikmati kembali karya yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia.

Red Shaff)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *