Home » Harlah ke-66 Lesbumi NU Dirayakan Meriah, Pondok Budaya Rorotan Resmi Berdiri

Harlah ke-66 Lesbumi NU Dirayakan Meriah, Pondok Budaya Rorotan Resmi Berdiri

Jakarta, LensaWarna.com— Peringatan hari lahir ke-66 Lesbumi NU berlangsung semarak di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini sekaligus menjadi momen penting dengan diresmikannya Pondok Budaya Rorotan sebagai ruang baru bagi pelestarian budaya lokal.

Mengusung tema “Bulan Budaya”, acara tersebut menampilkan beragam kegiatan seni dan budaya khas Nusantara, khususnya Betawi.

Harlah ke-66 Lesbumi NU Dirayakan Meriah, Pondok Budaya Rorotan Resmi Berdiri
Harlah ke-66 Lesbumi NU Dirayakan Meriah, Pondok Budaya Rorotan Resmi Berdiri

Suasana semakin hidup dengan kehadiran Ridwan, yang dikenal sebagai Raja Pantun dari Utara, yang memandu jalannya acara dengan gaya khas penuh humor dan makna.

Ketua panitia, Masdjo Arifin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendirian Pondok Budaya Rorotan merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan budaya di tengah perkembangan zaman.

“Tempat ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengenal, menjaga, dan mengembangkan budaya Betawi agar tidak tergerus modernisasi,” ujarnya.

Peresmian pondok budaya dilakukan secara simbolis melalui pemotongan tumpeng yang diberikan kepada KH. Ahmad Mukhlis Fadil sebagai tokoh penggagas, prosesi ini disambut antusias oleh para tamu undangan yang hadir.

Berbagai pertunjukan turut memeriahkan acara, mulai dari tari tradisional Betawi, atraksi pencak silat, hingga pengenalan golok sebagai bagian dari warisan budaya.

Penampilan tarian sufi yang diiringi musik hadroh juga menambah nuansa religius dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, penyanyi Iwenk MJC ikut menghibur dengan lagu “Holopis Kuntul Baris” yang berhasil membangkitkan semangat kebersamaan para peserta.

Acara kemudian ditutup dengan diskusi reflektif mengenai budaya Nusantara. Sejumlah narasumber menyampaikan pandangannya, mulai dari pentingnya pelestarian seni Betawi, peran Lesbumi NU dalam menjaga tradisi, hingga kontribusi media dalam mengenalkan budaya ke masyarakat luas.

Kehadiran Syauki Asrul Sani, yang merupakan bagian dari keluarga pendiri Lesbumi, turut memberikan perspektif sejarah yang memperkaya diskusi, melalui kegiatan ini, diharapkan Pondok Budaya Rorotan dapat menjadi pusat aktivitas budaya yang aktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas budaya Betawi di tengah kehidupan kota yang terus berkembang.

Red Djo)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *