Home » Safari Ramadan di RSKD Duren Sawit, Gubernur Pramono Ajak Perkuat Layanan Kesehatan Mental dan Hapus Stigma

Safari Ramadan di RSKD Duren Sawit, Gubernur Pramono Ajak Perkuat Layanan Kesehatan Mental dan Hapus Stigma

Jakarta, LensaWarna.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar kegiatan Safari Ramadan di RSKD Duren Sawit pada Selasa (10/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia bersilaturahmi dengan pasien, tenaga kesehatan, serta keluarga besar rumah sakit milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu.

Kegiatan Safari Ramadan diisi dengan buka puasa bersama, salat Magrib berjamaah, serta dialog langsung antara gubernur dengan pasien dan para petugas kesehatan.

Safari Ramadan di RSKD Duren Sawit, Gubernur Pramono Ajak Perkuat Layanan Kesehatan Mental dan Hapus Stigma
Safari Ramadan di RSKD Duren Sawit, Gubernur Pramono Ajak Perkuat Layanan Kesehatan Mental dan Hapus Stigma

Momen ini dimanfaatkan untuk memberikan dukungan moral sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi dari lingkungan rumah sakit.

Dalam sambutannya, Pramono mengaku bersyukur dapat berbuka puasa bersama para pasien dan tenaga kesehatan di RSKD Duren Sawit. Ia menilai rumah sakit tersebut memiliki peran penting sebagai fasilitas layanan kesehatan khusus, terutama dalam bidang kesehatan jiwa, rehabilitasi psikososial, serta penanganan adiksi NAPZA.

Menurutnya, keberadaan layanan kesehatan mental yang baik sangat dibutuhkan masyarakat. Ia juga mengapresiasi fasilitas serta pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit tersebut kepada para pasien.

Gubernur Pramono turut menyampaikan pesan semangat kepada para pasien yang tengah menjalani perawatan. Ia berharap mereka dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat dapat menerima mereka kembali tanpa stigma. Dukungan lingkungan menjadi bagian penting dari proses pemulihan,” ujarnya.

Dalam dialog dengan pasien dan tenaga kesehatan, Pramono juga menerima sejumlah masukan, termasuk terkait persoalan perundungan atau bullying.

Menanggapi hal tersebut, ia menyatakan akan meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk mengkaji kemungkinan penyusunan regulasi khusus guna menangani kasus perundungan secara lebih komprehensif.

Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah melalui kegiatan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga bentuk kepedulian serta dukungan moral kepada pasien yang sedang menjalani proses pemulihan.

“Kami hadir untuk berbagi doa dan semangat. Selain itu, kami juga ingin memastikan bahwa seluruh pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, berkualitas, dan merata,” katanya.

Pramono menambahkan, pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat layanan kesehatan mental masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program promotif, preventif, hingga rehabilitatif yang tersedia mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit.

Dengan langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan mental sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sosial yang lebih inklusif dan bebas stigma.

Red Shaff)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *