Jakarta, LensaWarna.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat upaya pengendalian banjir melalui pembangunan infrastruktur terpadu.
Salah satunya diwujudkan lewat pembangunan Rumah Pompa Ancol yang menjadi bagian dari program strategis JakTirta Project.
Gubernur Pramono Anung menyampaikan bahwa proyek JakTirta telah dimulai sejak 2025 dan ditargetkan rampung pada 2027.

Program ini mencakup pembangunan puluhan rumah pompa yang tersebar di sejumlah titik rawan genangan di Jakarta.
“Secara keseluruhan, terdapat 20 rumah pompa yang dibangun dengan total 61 unit pompa. Kapasitasnya mencapai 148 meter kubik per detik.

Kami ingin memastikan seluruh proyek berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Pramono.
Menurutnya, pembangunan Rumah Pompa Ancol tidak hanya berfokus pada instalasi pompa, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Infrastruktur tersebut meliputi bangunan galeri, rumah jaga, gardu listrik, kolam olakan, hingga saluran pembuangan yang terintegrasi dalam satu sistem.
Dengan pengembangan ini, kapasitas pompa di kawasan Ancol meningkat signifikan. Jika sebelumnya hanya mampu menampung sekitar 15 meter kubik per detik, kini kapasitasnya melonjak menjadi 40 meter kubik per detik.
“Penambahan lima unit pompa baru, masing-masing berkapasitas lima meter kubik per detik, akan meningkatkan daya tampung air secara signifikan. Ini penting untuk mengantisipasi lonjakan debit air, terutama saat curah hujan tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan bahwa peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu mempercepat aliran air menuju laut. Dengan demikian, tinggi genangan dan durasi banjir dapat ditekan, khususnya di wilayah pesisir seperti Ancol dan Pademangan yang kerap terdampak banjir rob.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga kawasan strategis tetap aman serta memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” tambahnya.
Selain pembangunan rumah pompa permanen, Pemprov DKI juga memperkuat armada pompa mobile melalui Suku Dinas Sumber Daya Air di lima wilayah kota administrasi. Pada 2025, telah ditambahkan 29 unit pompa dengan kapasitas total 9,175 meter kubik per detik.
Sementara itu, pada 2026 direncanakan penambahan 14 unit pompa lagi dengan kapasitas mencapai 9,3 meter kubik per detik.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan Jakarta dalam menghadapi potensi banjir, sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan tata air perkotaan.
Red Shaff)***


