Home » Dinkes DKI Minta Warga Tak Panik Hadapi Isu Superflu, PHBS Tetap Jadi Kunci Pencegahan

Dinkes DKI Minta Warga Tak Panik Hadapi Isu Superflu, PHBS Tetap Jadi Kunci Pencegahan

Jakarta, LensaWarna.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk tetap tenang namun waspada menyikapi maraknya pembahasan mengenai superflu. Istilah tersebut merujuk pada peningkatan kasus influenza musiman, khususnya yang disebabkan oleh virus Influenza A (H3N2) subclade K.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa subclade K bukanlah virus baru. Ia merupakan bagian dari proses mutasi alami virus influenza yang secara berkala terjadi.

Dinkes DKI Minta Warga Tak Panik Hadapi Isu Superflu, PHBS Tetap Jadi Kunci Pencegahan
Dinkes DKI Minta Warga Tak Panik Hadapi Isu Superflu, PHBS Tetap Jadi Kunci Pencegahan

Hingga kini, tidak terdapat bukti bahwa subclade tersebut menyebabkan tingkat keparahan atau angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan influenza musiman pada umumnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, Influenza A (H3N2) subclade K telah teridentifikasi di Indonesia sejak Agustus 2025. Sampai dengan akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi.

Meski demikian, Dinkes memastikan belum ada laporan kasus serupa di wilayah DKI Jakarta.
“Per hari ini, kami belum menemukan kasus Influenza A subclade K di Jakarta.

Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, namun tetap dianjurkan meningkatkan kewaspadaan, terutama setelah tingginya mobilitas warga pascalibur Natal dan Tahun Baru,” ujar Ani, Kamis (8/1).

Ani menambahkan, kondisi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia di Jakarta masih berada dalam pola musiman yang dapat dipantau dan dikendalikan.

Sepanjang 2025, peningkatan ISPA umumnya terjadi pada awal dan akhir tahun, seiring perubahan cuaca dan aktivitas masyarakat, sementara kasus pneumonia tetap relatif rendah dan terkendali.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes DKI Jakarta terus memperkuat sistem surveilans penyakit pernapasan melalui fasilitas sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang tersebar di puskesmas serta rumah sakit rujukan.

Sistem ini terintegrasi dengan surveilans nasional dan jaringan pemantauan global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Pemantauan melalui fasilitas sentinel memungkinkan deteksi dini peningkatan kasus penyakit pernapasan dan menjadi bagian dari pengawasan influenza global,” jelasnya.

Selain itu, Dinkes juga gencar melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai saluran, mulai dari fasilitas layanan kesehatan, sekolah, perkantoran, hingga komunitas dan tempat ibadah, terutama saat memasuki musim influenza.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan ventilasi udara yang baik.

Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang memberat, khususnya bagi kelompok rentan.

Dinkes DKI Jakarta menegaskan bahwa influenza musiman dapat dicegah dan dikendalikan melalui kewaspadaan bersama, penerapan PHBS secara konsisten, deteksi dini, serta pemanfaatan layanan kesehatan yang tepat, dengan tetap mengacu pada informasi resmi dari pemerintah dan tenaga medis.

Red Dons)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *