Jakarta, LensaWarna.com.com – Komunitas paduan suara Swara Jakarta ’80s (SJ’80s) resmi merilis karya terbarunya berupa Master Song bertajuk “Betawi Mash Up”.
Karya ini merupakan hasil aransemen inovatif yang menggabungkan dua lagu khas Betawi, yaitu Kicir-Kicir dan Sirih Kuning, ke dalam satu komposisi yang segar, penuh energi, dan bernuansa modern.
Aransemen karya ini digarap oleh Music Arranger sekaligus Vocal Director SJ’80s, Pujo Herlambang. Dengan format enam bagian suara—Sopran, Mezzo, Alto, Tenor, Bariton, dan Bass—lagu ini dinyanyikan secara harmonis oleh seluruh anggota komunitas paduan suara tersebut.

SJ’80s sendiri adalah komunitas paduan suara yang terdiri dari lintas alumni 48 SMA di Jakarta. Saat ini, komunitas tersebut memiliki 130 anggota yang merupakan para senior dari dekade 80-an. Mereka tetap aktif berkarya dan menjadikan musik sebagai wadah kebersamaan serta ekspresi kreatif yang melintasi batas generasi.
Pujo Herlambang selaku Coach SJ’80s menjelaskan alasan pemilihan lagu Betawi untuk karya terbarunya menurutnya, hal ini didasari oleh kecintaan terhadap budaya lokal serta keinginan untuk memberikan interpretasi baru agar lagu tradisional tetap relevan di mata generasi masa kini.
Proses pembuatan “Betawi Mash Up” pun tidak mudah, mulai dari penyusunan aransemen, latihan vokal intensif per bagian suara, hingga tahap rekaman akhir yang melibatkan seluruh anggota SJ’80s.
“Melalui ‘Betawi Mash Up’, SJ’80s ingin membuktikan bahwa lagu tradisional bisa dihadirkan kembali dengan pendekatan musikal yang modern tanpa menghilangkan identitas budayanya,” ujar Pujo.
Sementara itu, Pembina SJ’80s, Yanto Herlambang, menyampaikan bahwa “Betawi Mash Up” yang diaransemen oleh Pujo dan dinyanyikan oleh seluruh anggota kini sudah bisa dinikmati melalui kanal YouTube. Yanto berharap karya ini bisa menjadi bagian dari warisan SJ’80s dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya melestarikan budaya Betawi di Jakarta.
Yanto juga menceritakan sejarah berdirinya komunitas yang kini beranggotakan lulusan angkatan 1980 hingga 1989 dari hampir 50 sekolah di Jakarta ini.
Awalnya, komunitas ini hanya bermula dari pertemuan santai para alumni yang sering berkumpul dan bernyanyi bersama. “Saya ikut mendirikan komunitas ini tahun lalu.
Awalnya cuma ngobrol-ngobrol dan sering nyanyi bareng. Daripada terus karaoke yang lama-lama boros, akhirnya kami putuskan buat bikin paduan suara. Dari situlah lahir Swara Jakarta ’80s yang kemudian dilatih oleh Mas Pujo,” ceritanya.
Ke depannya, SJ’80s berencana membawakan beragam lagu, mulai dari hits era 1980-an, lagu-lagu Betawi, hingga lagu-lagu internasional.
Ketua Umum SJ’80s, Raditya Padmawangsa, juga menyampaikan visinya untuk komunitas ini.
Ia mendapatkan amanah untuk membangun komunikasi dan memperkuat komunitas agar menjadi ruang kebersamaan yang penuh kebahagiaan bagi seluruh anggotanya. “Saya mendapat amanah untuk membangun komunikasi ini menjadi komunitas yang menarik, yang membawa rasa enjoy dan happiness bagi semua.
Makanya kami juga membangun struktur organisasi yang lebih baik agar komunitas ini bisa dikelola dengan baik oleh orang-orang yang punya semangat yang sama,” ujarnya.
Raditya menambahkan bahwa keunikan komunitas ini menjadi kekuatan tersendiri untuk pengembangan organisasi ke depan.
“Ini adalah sejarah bagi kami. Kami ingin Swara Jakarta ’80s dikenal luas oleh masyarakat Jakarta. Kami juga punya mimpi besar untuk suatu saat bisa menggelar konser bersama sebagai bagian dari perjalanan komunitas ini,” tuturnya.
Saat ini, “Betawi Mash Up” sudah tersedia di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube, sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat luas, baik pecinta musik vokal grup maupun paduan suara.
Tidak hanya itu, SJ’80s juga sedang mempersiapkan konser spesial yang rencananya akan digelar dalam rangka perayaan HUT DKI Jakarta mendatang. Konser ini menjadi bentuk apresiasi terhadap budaya Betawi sekaligus perayaan kebersamaan para senior dekade 80-an yang terus berkarya lewat musik.
Red Dons)***


