Home » BRI Region 7/Jakarta 2 Dorong Sinergi Industri Lewat Forum Economic & Manufacturing Outlook 2026

BRI Region 7/Jakarta 2 Dorong Sinergi Industri Lewat Forum Economic & Manufacturing Outlook 2026

Bekasi, LemsaWsrna.com-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 7/Jakarta 2 menegaskan perannya dalam mendukung kemajuan sektor industri dan manufaktur dengan berpartisipasi dalam Forum Economic & Manufacturing Outlook 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di MM2100 Office, Bekasi, Kamis (20/11/2025).
Forum ini menghadirkan ruang diskusi bagi pelaku usaha, pengelola kawasan industri, serta lembaga keuangan untuk membahas proyeksi kondisi ekonomi dan dinamika sektor manufaktur nasional pada tahun 2026.

Sejumlah isu strategis terkait iklim investasi dan penguatan industri turut menjadi pembahasan utama.
Acara tersebut dihadiri Direktur MM2100, Darwoto, yang memaparkan peran kawasan industri sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi serta daya tarik investasi di Indonesia.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan industri nasional.
BRI Region 7/Jakarta 2 turut hadir melalui Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 7/Jakarta 2, Suyitno.

Kehadiran tersebut mencerminkan komitmen BRI dalam memperkuat ekosistem industri melalui dukungan layanan perbankan yang terintegrasi.

Suyitno menyampaikan bahwa keterlibatan BRI dalam forum ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendampingi dunia usaha, khususnya sektor industri dan manufaktur, agar tetap adaptif terhadap tantangan ekonomi global.

“Sebagai mitra strategis pelaku usaha, BRI terus menghadirkan solusi perbankan yang menyeluruh, mulai dari layanan transaksi, pembiayaan, hingga pengelolaan keuangan korporasi.

Forum ini menjadi sarana penting untuk membangun sinergi dan memperkuat kesiapan industri menghadapi tahun mendatang,” ujarnya.
Melalui dukungan terhadap Forum Economic & Manufacturing Outlook 2026, BRI berharap kolaborasi antara sektor keuangan dan industri dapat semakin solid, sehingga sektor manufaktur mampu terus berkontribusi sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Red Shaff)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *