Home » Barasuara Tutup Tur Album Showcase Jalaran Sadrah dengan Konser Penuh Energi di Jakarta

Barasuara Tutup Tur Album Showcase Jalaran Sadrah dengan Konser Penuh Energi di Jakarta

Jakarta, LensaWarna.com– Band rock Barasuara resmi menutup rangkaian Tur Album Showcase Jalaran Sadrah melalui konser puncak yang digelar di Bali United Studio, Jakarta, Sabtu (20/12).

Penampilan ini menjadi penanda akhir perjalanan tur yang sebelumnya menyambangi sejumlah kota, mulai dari Bandung, Cirebon, Purwokerto, hingga Semarang.
Konser di Jakarta berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan penggemar setia Barasuara yang dikenal sebagai Penunggang Badai.

Band Rock Barasuara
Band Rock Barasuara

Antusiasme penonton membuat para personel band yang digawangi Iga Massardi, TJ Kusuma, Marco Steffiano, Asteriska, Gerald Situmorang, dan Puti Chitara merasa terkesan.

Iga Massardi menyebut penampilan di Jakarta sebagai salah satu momen penting dalam perjalanan bermusik Barasuara. Ia mengenang perjalanan panjang band tersebut sejak tampil di panggung kecil hingga kini disaksikan lebih dari seribu penonton.

“Ini capaian yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya di sela konser.
Tur Album Showcase Jalaran Sadrah digelar sebagai ajang perayaan karya terbaru Barasuara sekaligus refleksi perjalanan musikal mereka selama lebih dari satu dekade.

Dengan dukungan Signature Time, rangkaian tur ini sukses menghadirkan suguhan musik penuh energi khas Barasuara di setiap kota.
Sepanjang konser, Barasuara membawakan lagu-lagu dari album terbaru Jalaran Sadrah, serta materi dari album Taifun dan Pikiran dan Perjalanan.

Lagu-lagu pembuka seperti Antea, Fatalis, dan Merayakan Fana langsung disambut koor penonton. Suasana semakin memanas saat Pancarona dan Habis Gelap dilantunkan bersama.

Tak hanya menampilkan set enerjik, Barasuara juga menyuguhkan segmen akustik yang lebih intim. Iga Massardi tampil solo membawakan Sendu Melagu, disusul kehadiran Puti Chitara dan Asteriska dalam lagu Mengunci Ingatan.

Kejutan lain datang saat band ini memperkenalkan lagu baru berjudul Alon-Alon yang diciptakan pada masa pandemi.
Menjelang akhir konser, Barasuara kembali mengentak panggung lewat deretan lagu populer seperti Bahas Bahasa, Manusia (Sumarah), hingga Etalase.

Konser ditutup dengan Hagia serta Api dan Lentera, yang dinyanyikan lantang oleh seluruh penonton.
Di sela pertunjukan, Barasuara juga menyuarakan kepedulian terhadap korban banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

Tayangan visual mengenai kerusakan lingkungan ditampilkan, disertai ajakan penggalangan dana melalui penjualan merchandise khusus.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan ini, terutama Penunggang Badai yang selalu setia. Semoga langkah kecil ini bisa memberi dampak bagi sesama,” tutup Iga Massardi.

Red Dons/foto Barasuara)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *