Jakarta, LensaWarna.com– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri salat Subuh berjamaah bersama habaib dan ulama di Balai Kota Jakarta pada pagi hari ini.
Acara yang penuh kehangatan itu dijadikan momentum untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kerukunan umat beragama dan menerapkan kebijakan yang berpihak pada warga Jakarta yang kurang beruntung.
Dalam kesempatan itu, Pramono menyatakan bahwa Pemprov DKI selalu memberikan ruang leluasa untuk kegiatan keagamaan, termasuk penggunaan Monumen Nasional (Monas) untuk acara shalawat.

“Setiap orang memiliki tingkat keimanan yang berbeda, jadi pemerintah wajib memastikan kehidupan beragama berjalan harmonis,” ungkapnya.
Selain kerukunan, gubernur juga membahas langkah-langkah penyelesaian persoalan strategis yang tertunda. Di antaranya, monorel Jalan Rasuna Said yang sudah selesai dari sisi hukum dan akan dibongkar serta diperbaiki mulai Januari 2026. Lahan Rumah Sakit Sumber Waras juga kini sepenuhnya menjadi milik provinsi dan akan dikembangkan menjadi rumah sakit internasional yang diajukan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Terhadap Jakarta International Stadium (JIS), pemerintah berfokus menyelesaikan akses transportasi dengan membangun jembatan 350 meter yang menghubungkan Ancol dan JIS, serta mengintegrasikan transportasi publik. “Ini diharapkan mengatasi kemacetan, sehingga JIS benar-benar menjadi aset abadi Jakarta,” katanya.
Tantangan kemiskinan dan ketimpangan juga menjadi perhatian utama. Meskipun tingkat kemiskinan menurun, Pemprov tetap fokus pada kebijakan pro-rentan dengan melindungi anggaran pendidikan (melalui KJP Plus dan KJMU yang diperluas hingga S3 dan beasiswa luar negeri), kesehatan, dan perlindungan sosial. “Pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan,” tegas Pramono.
Menutup acara, ia mengapresiasi kehadiran semua tamu dan berharap kegiatan Subuh berjamaah ini dapat meningkatkan spiritualitas dan kebersamaan dalam membangun Jakarta yang lebih adil dan sejahtera.
Red Shaff)***


