Jakarta, LensaWarna.com— Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) menggelar audiensi dengan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) sebagai langkah strategis memperluas kerja sama riset dan penguatan kajian ekonomi di kalangan mahasiswa.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas berbagai isu penting, mulai dari pengembangan riset ekonomi berbasis data, analisis kebijakan publik, hingga peran aktif mahasiswa ekonomi dalam menjaga ketahanan dan stabilitas ekonomi nasional.
Koordinator Wilayah ISMEI DKI Jakarta, Syahdan Ramanda, menyampaikan bahwa sinergi dengan lembaga riset kredibel seperti INDEF sangat dibutuhkan guna meningkatkan kualitas kajian mahasiswa.
“Mahasiswa ekonomi perlu dibekali kemampuan riset yang kuat agar mampu berkontribusi secara nyata terhadap persoalan ekonomi bangsa,” ujar Syahdan.
Dalam audiensi tersebut, ISMEI turut memaparkan rencana Program Studi Riset Ekonomi yang mencakup forum diskusi kebijakan, peningkatan literasi keuangan, serta pendampingan riset lintas perguruan tinggi.
Sekretaris Jenderal ISMEI, Firman Fadirubun, menilai keterbukaan INDEF terhadap gagasan mahasiswa merupakan sinyal positif bagi penguatan ekosistem riset ekonomi.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengembangan kapasitas analisis mahasiswa terhadap isu-isu strategis ekonomi nasional,” ungkap Firman.
Pendiri INDEF, Prof. Dr. Didik J. Rachbini, menyambut baik inisiatif yang dibangun ISMEI.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam riset ekonomi memiliki peran penting dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis kajian ilmiah dan data yang kuat.
Menurutnya, kolaborasi antara generasi muda dan lembaga riset akan menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Melalui audiensi ini, ISMEI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong budaya riset di kalangan mahasiswa ekonomi serta berperan aktif dalam penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Red Abby Jamal)***


