Jakarta, LensaWarna.com– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang rangkaian hari besar keagamaan, mulai dari Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Idul fitri 1447 Hijriah, dalam kondisi aman. Kepastian itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, saat menghadiri forum diskusi Balkoters Talk di Graha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Menurut Uus, momentum hari besar yang berdekatan kerap mendorong peningkatan konsumsi masyarakat. Sebagai ibu kota dan pusat kegiatan ekonomi, Jakarta juga menjadi tujuan mobilitas warga dari berbagai daerah, sehingga kebutuhan pangan dipastikan meningkat signifikan.

“Menjelang Imlek, Ramadan, dan Idul fitri, kebutuhan masyarakat biasanya melonjak. Karena itu, kami memastikan BUMD pangan siap menjaga ketersediaan dan stabilitas harga,” ujar Uus.
Data proyeksi Pemprov DKI menunjukkan kenaikan permintaan mulai terasa menjelang Ramadan. Telur ayam diperkirakan naik 7,5 persen, daging sapi dan kerbau 3,57 persen, bawang putih 3,57 persen, cabai rawit 3,06 persen, serta bawang merah 2,89 persen.
Sementara itu, lonjakan lebih tinggi diprediksi terjadi menjelang Idul pitri. Kebutuhan telur ayam diperkirakan meningkat 17,20 persen, daging ayam 10,77 persen, bawang merah 10,67 persen, minyak goreng 9,67 persen, dan cabai rawit 9,18 persen. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BUMD pangan telah menyiapkan cadangan dan memperkuat distribusi.
Dari sisi stok beras, total ketersediaan mencapai 182.172 ton. Jumlah tersebut berasal dari Pasar Induk Beras Cipinang 40.088 ton, Food Station 8.100 ton, stok Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) 18.000 ton, Bulog 141.823 ton, serta Pasar Jaya 261 ton. Pemerintah menilai angka ini cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta dalam beberapa bulan ke depan.
Untuk komoditas protein hewani, Perumda Dharma Jaya mencatat persediaan daging sapi 1.246 ton, daging ayam 435 ton, ikan kembung 547 ton, serta 1.010 ekor sapi hidup. Selain itu, tersedia pula telur ayam 5,5 ton, cabai rawit 57 ton, bawang merah 104 ton, bawang putih 48 ton, minyak goreng 625 ton, dan gula 437,4 ton.
Pemprov DKI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga menggencarkan berbagai langkah pengendalian, seperti pemantauan harga harian, pengawasan distribusi LPG 3 kilogram, operasi pasar dan bazar murah, hingga penguatan program urban farming.
Uus menambahkan, stabilitas pangan menjadi bagian penting dalam menjaga kinerja ekonomi Jakarta yang saat ini tumbuh 5,21 persen, sedikit di atas rata-rata nasional. Ia optimistis dengan koordinasi lintas BUMD dan dukungan pemangku kepentingan, kebutuhan masyarakat selama musim hari besar dapat terpenuhi tanpa gejolak harga berarti.
“Kami ingin memastikan masyarakat menjalani Imlek, Ramadan, dan Idulfitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap pasokan dan harga bahan pokok,” tutupnya.
Red Nas/Pemprov DKI)***


