Jakarta Selatan, LensaWarna.com—Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peninjauan langsung ke Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).
Kunjungan ini menegaskan keseriusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memastikan layanan kesehatan dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan bahwa puskesmas memegang peranan penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer di ibu kota.
Menurutnya, penguatan layanan puskesmas menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan masyarakat Jakarta yang sehat dan berdaya saing.
“Puskesmas merupakan garda terdepan layanan kesehatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memastikan kualitas pelayanannya semakin baik dan dapat dirasakan oleh seluruh warga,” ujar Pramono di sela kunjungan.
Gubernur juga memberikan apresiasi terhadap fasilitas serta sistem pelayanan Puskesmas Kebayoran Lama yang dinilainya sudah setara dengan rumah sakit di kota besar.
Puskesmas ini melayani sekitar 600 hingga 700 pasien setiap hari, dengan dukungan tenaga medis sebanyak 41 dokter umum dan 14 dokter gigi.
Ia berharap Puskesmas Kebayoran Lama dapat menjadi contoh pengelolaan layanan kesehatan primer yang profesional dan berkelanjutan, tidak hanya bagi wilayah Jakarta, tetapi juga bagi daerah lain di Indonesia.
Selain itu, Pramono menyoroti tingginya jumlah pasien dari wilayah penyangga Jakarta yang memanfaatkan layanan puskesmas. Ia meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta agar pelayanan tetap diberikan secara optimal tanpa diskriminasi asal wilayah pasien.
“Banyak puskesmas di wilayah perbatasan Jakarta yang juga melayani warga dari luar daerah. Saya minta agar pelayanan tetap diberikan dengan standar terbaik untuk siapa pun yang membutuhkan,” tegasnya.
Puskesmas Kebayoran Lama sendiri melayani wilayah dengan sasaran penduduk mencapai 320.880 jiwa. Dalam operasionalnya, puskesmas ini didukung oleh 124 posyandu serta enam puskesmas pembantu yang tersebar hingga tingkat kelurahan.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, Puskesmas Kebayoran Lama telah menerapkan Konsep Integrasi Layanan Primer (ILP), yakni pendekatan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup.
Konsep ini memungkinkan pelayanan yang lebih terarah, terpadu, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap fase kehidupan.
Tak hanya pelayanan dasar, puskesmas ini juga menjalankan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit, yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Berkat berbagai inovasi tersebut, Puskesmas Kebayoran Lama berhasil meraih sejumlah penghargaan, termasuk Most Category Award Winner dalam ajang Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA) 2025, serta berbagai penghargaan lain di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta mengelola 44 puskesmas kecamatan, 267 puskesmas pembantu di tingkat kelurahan, serta 31 rumah sakit yang seluruhnya melayani peserta BPJS Kesehatan.
Red Shaff)***


