Home » Wagub Rano Cek Progres Waduk Kebagusan, Diyakini Tekan Risiko Banjir di Jaksel

Wagub Rano Cek Progres Waduk Kebagusan, Diyakini Tekan Risiko Banjir di Jaksel

Jakarta Selatan, LensaWarna.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau langsung pembangunan Waduk/Embung Kebagusan di Jalan Baung, Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jumat (30/1).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan mampu memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah Jakarta Selatan.

Dalam peninjauan tersebut, Rano menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terus menambah infrastruktur pengelolaan air sebagai langkah mitigasi banjir. Menurutnya, keberadaan Waduk Kebagusan menjadi bagian penting dari upaya mengurangi potensi genangan di kawasan sekitar.

Wagub Rano Cek Progres Waduk Kebagusan, Diyakini Tekan Risiko Banjir di Jaksel
Wagub Rano Cek Progres Waduk Kebagusan, Diyakini Tekan Risiko Banjir di Jaksel

Ia menjelaskan, embung tersebut memiliki posisi strategis karena terhubung dengan aliran Saluran Penghubung Joe yang menjadi bagian dari sistem Kali Mampang–Krukut.

Dengan fungsi tampungan yang dimiliki, waduk ini diharapkan mampu menahan dan mengatur aliran air saat intensitas hujan meningkat.

“Perhitungan sementara menunjukkan adanya penurunan debit banjir sekitar 2,3 persen. Sebelum waduk beroperasi, debit air tercatat 30,07 meter kubik per detik dan diproyeksikan turun menjadi 29,38 meter kubik per detik setelah pembangunan selesai,” ujar Rano.

Waduk Kebagusan dibangun di atas lahan sekitar dua hektare yang dibagi dalam beberapa zona pemanfaatan, yakni area genangan air seluas 0,8 hektare, ruang hijau 0,7 hektare, serta 0,5 hektare untuk fasilitas pendukung.

Konsep penataan kawasan dirancang agar tidak hanya berfungsi teknis, tetapi juga ramah lingkungan dan nyaman bagi masyarakat.

Selain sebagai penampung air, kawasan waduk juga akan dilengkapi sarana publik seperti jalur joging, ruang terbuka hijau, serta area olahraga yang bisa dimanfaatkan warga untuk beraktivitas.

Pemerintah berharap fasilitas ini dapat menambah ruang interaksi sosial sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Rano menargetkan proyek pembangunan embung tersebut rampung pada Desember 2026.

Ia optimistis kehadiran Waduk Kebagusan akan memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi potensi banjir sekaligus menciptakan kawasan yang lebih tertata.
Pemprov DKI Jakarta juga berencana melanjutkan pembangunan embung di sejumlah lokasi lain sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir terpadu, termasuk proyek besar di sepanjang Sungai Ciliwung.

Upaya ini disebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai sebagai kebutuhan bersama.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengungkapkan anggaran pembangunan Waduk Kebagusan mencapai Rp62 miliar. Ia memastikan seluruh proses penganggaran dilakukan secara transparan sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.

Red Shaff)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *