Islamabad, LensaWarna.com — Suasana penuh kehangatan dan persaudaraan mewarnai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Pakistan yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Islamabad, Kamis (6/11). Mengusung tema “75 Years of Indonesia and Pakistan: Enduring Trust and Friendship”, acara ini menampilkan kekayaan budaya Nusantara yang memukau para tamu undangan.
Acara dihadiri langsung oleh Duta Besar RI untuk Pakistan, Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo, M.Sc., beserta istri Tamara Sukotjo dan jajaran staf KBRI. Dari pihak tuan rumah, hadir Menteri Urusan Parlemen Pakistan Dr. Tariq Fazal Chaudhary sebagai chief guest, Menteri Negara Urusan Hukum Barrister Aqeel Malik, serta Menteri Negara/Ketua Komisi Privatisasi Muhammad Ali.

Dengan Seni Budaya Nusantara Di Islamabad
Navy Band Pakistan membuka acara dengan lagu-lagu patriotik kedua negara seperti Bendera Pusaka, Never on Sunday, dan Chandni Raatein. Keharuan pun terasa ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Qaumi Taraneh dikumandangkan, disusul penampilan tarian Gending Sriwijaya sebagai penyambutan khas Nusantara.
“Peringatan ini memperbarui semangat kita untuk menerjemahkan persahabatan Indonesia–Pakistan dalam kerja nyata,” ujar Dubes Chandra Warsenanto Sukotjo dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya hubungan antar-masyarakat dan kerja sama ekonomi agar hubungan bilateral tetap relevan bagi generasi muda. Tak lupa, Dubes Chandra menyapa penuh semangat para taruna TNI yang tengah menempuh pendidikan di Pakistan dengan seruan khasnya: “Salam Komando!”

Dengan Seni Budaya Nusantara Di Islamabad
Selama hampir tiga jam, Ballroom Hotel Movenpick Islamabad tak pernah sepi. Ratusan tamu undangan menikmati beragam penampilan dari Paguyuban Citra pimpinan Linda Amalia Gumelar. Mulai dari peragaan busana Batik dan Wastra Nusantara karya Iwan Tirta dan Obin, hingga tarian Zapin dan Bubuka yang memukau penonton.
Tak kalah menarik, sejumlah pelajar dan mahasiswa dari kedua negara turut berpartisipasi. Empat mahasiswi Nifty Sphere Institute of Design and Arts tampil memperagakan busana Batik, sementara dua mahasiswi National Defence University Pakistan menari energik dalam Lenggang Ja
karta.
Sorotan khusus juga datang dari penampilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Islamabad yang memainkan Angklung membawakan lagu I Have a Dream dan Dil-Dil Pakistan.
“Budaya Indonesia luar biasa unik! Saya ingin tahu lebih banyak tentang Indonesia,” ujar Manzar Qazi, perwakilan Citi Pharma Pakistan, yang tengah menjajaki peluang investasi di Indonesia.
Acara ditutup dengan penampilan pencak silat Tapak Suci dari mahasiswa Indonesia di International Islamic University Islamabad (IIUI). Seluruh penampil dari kedua negara kemudian naik ke panggung, melambaikan bendera Indonesia dan Pakistan sebagai simbol persahabatan abadi.
“Pakistan dan Indonesia tidak hanya dekat secara politik, tapi juga secara emosional,” ucap Menteri Tariq Chaudhary di akhir acara.
Red Git)***


