Home » Trailer Kedua Air Mata Mualaf Dirilis, Suguhkan Pergulatan Batin Lebih Mendalam

Trailer Kedua Air Mata Mualaf Dirilis, Suguhkan Pergulatan Batin Lebih Mendalam

Jakarta, LensaWarna.com— Rumah produksi yang menggarap film Air Mata Mualaf resmi merilis trailer kedua yang kini menyita perhatian publik. Berbeda dari cuplikan pertama yang menonjolkan keberanian tokoh Anggie dalam memilih jalan hidupnya, trailer terbaru justru hadir dengan nuansa lebih tenang, lebih gelap, dan menyentuh sisi terdalam dari pergulatan spiritual seorang perempuan.

Cuplikan berdurasi singkat itu memperlihatkan Anggie, yang diperankan Acha Septriasa, berada dalam fase pencarian jati diri yang tidak lagi sekadar soal pilihan, tetapi tentang menghadapi pertanyaan paling sunyi dalam hidup: apakah keyakinan datang sebagai hidayah… atau sebagai pelarian dari luka yang tak pernah sembuh?

Trailer Kedua Air Mata Mualaf Dirilis, Suguhkan Pergulatan Batin Lebih Mendalam

“Anggie tidak berubah begitu saja. Ia tumbuh melalui luka, ketakutan, dan ketenangan yang ia temukan perlahan,” ujar Acha, menggambarkan kedalaman karakter yang ia mainkan.

Konflik Keluarga Makin Terlihat
Di trailer ini, konflik antara Anggie dan ibunya tampil lebih kuat. Sosok sang ibu, diperankan Dewi Irawan, tampak berada dalam dilema besar. Bukan menolak, bukan pula marah tetapi takut. Takut kehilangan anak, takut kehilangan tradisi, dan takut pada perubahan yang datang terlalu mendadak.

Trailer Kedua Air Mata Mualaf Dirilis, Suguhkan Pergulatan Batin Lebih Mendalam
Trailer Kedua Air Mata Mualaf Dirilis, Suguhkan Pergulatan Batin Lebih Mendalam

Emosi yang ditampilkan tidak meledak-ledak, namun justru terasa lebih menyayat melalui tatapan dan air mata yang tertahan.

Sosok Ustad yang Tidak Menghakimi
Trailer juga memperkenalkan karakter Ustad yang diperankan Achmad Megantara. Ia bukan figur yang mendorong Anggie berpindah keyakinan, melainkan seseorang yang melihat kebingungan Anggie sebagai bagian manusiawi dari proses menjadi dewasa.

Bukan dakwah, bukan ajakan hanya ruang aman untuk bertanya dan memahami diri.

Pencarian Diri, Bukan Pencarian Orang Lain
Cuplikan memperlihatkan beberapa adegan hening: Anggie duduk sendiri dalam cahaya redup, ibunya menangis dalam diam, hingga momen ketika sang Ustad hanya menatap tanpa kata.

Adegan-adegan itu menyiratkan bahwa perjalanan Anggie bukan tentang menuju seseorang, melainkan tentang kembali kepada dirinya sendiri.

“Orang sering mengira hidayah itu dipilih. Padahal seringkali itu datang di luar kendali manusia, dan ketika ia datang, manusia hanya bisa mencoba mengerti,” ujar sutradara Indra Gunawan.

Air Mata Mualaf: Sebuah Perjalanan yang Tidak Menghakimi, Trailer kedua ini tampil sebagai refleksi spiritual yang sunyi, tanpa jawaban pasti. Ia mengajak penonton bertanya: apakah langkah Anggie adalah bentuk pelarian… atau panggilan yang memang sudah lama menunggu untuk ia sadari?

Film Air Mata Mualaf tampaknya siap menghadirkan pengalaman emosional yang lebih dalam, menyuguhkan kisah tentang pencarian, luka, dan hidayah yang datang di saat manusia paling rapuh — sebuah perjalanan yang mungkin dialami banyak orang, namun jarang diceritakan dengan sejujur ini.
Red Dons/foto Istimewa)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *