Jakarta, LensaWarna.com– MALIQ & D’Essentials kembali menghadirkan konsep pameran untuk menandai perjalanan musik mereka. Kali ini, grup tersebut menggelar Kabar Gembira Exhibition di Melting Pot, Ground Floor, ASHTA District 8, Jakarta Selatan.
Pameran berlangsung mulai 29 Oktober hingga 17 November 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian menuju peluncuran album penuh kesepuluh MALIQ & D’Essentials yang bertajuk Kabar Gembira.

Exhibition Director Dimasz Joey Aditya mengatakan, pameran tersebut tidak hanya menampilkan karya musik, tetapi juga memperlihatkan perkembangan MALIQ di berbagai bidang kreatif.
Berbeda dengan pameran Can Machines Fall in Love? Exhibition pada 2024, Kabar Gembira Exhibition membawa empat fokus utama, yakni album terbaru Kabar Gembira, musikal Senja Teduh Pelita, proyek gaya hidup Untitled Humans, serta persiapan konser 25 tahun MALIQ & D’Essentials pada 2027.
Sejumlah instalasi disiapkan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung. Di antaranya panggung utama, Hearing Section Kabar Gembira, Timeline Journey, photo booth Fujifilm, hingga Pophariini Store.
Plengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan, seperti program Sony Music Entertainment Indonesia bersama Pophariini, Meet & Greet HMNS, Mad Music Lab, SiniarPop Live! by Pophariini, pertunjukan musikal Senja Teduh Pelita, konferensi pers album, hingga MALIQ & D’Essentials Album Showcase.
Salah satu area yang menjadi perhatian adalah Hearing Section. Di tempat ini, pengunjung berkesempatan mendengarkan materi album Kabar Gembira sebelum resmi dirilis.
Album tersebut berisi sembilan lagu, yaitu “Arah Labuh”, “Tumbuh”, “Life Is Madness”, “Kabar Gembira”, “Penasaran” bersama Rhoma Irama, “Nyali” bersama Bilal Indrajaya, “Pigura” bersama Perunggu, “Buku Gambar”, dan “Lucu Juga Ya”. Lagu “Arah Labuh” telah lebih dahulu diperkenalkan pada 20 Oktober 2026.
Widi Puradiredja menjelaskan, format pameran dipilih karena dinilai mampu menyampaikan perjalanan dan identitas MALIQ secara lebih lengkap.
Menurutnya, musik dapat berkembang menjadi sebuah ekosistem yang melibatkan banyak bidang kreatif.
“Kami merasa format exhibition yang dijahit dengan launching album cocok untuk menceritakan full ceritanya MALIQ, DNA MALIQ seperti apa, cerita MALIQ seperti apa,” ujar Widi.
Melalui pameran ini, MALIQ & D’Essentials juga ingin menunjukkan bahwa sebuah grup musik dapat berkembang menjadi sebuah brand yang bersinggungan dengan berbagai sektor, seperti desain, arsitektur, produksi, hingga kerajinan.
Head of A&R Sony Music Entertainment Indonesia, Keke Kananta, menilai Kabar Gembira Exhibition menjadi ruang untuk memperluas pengalaman publik dalam mengenal karya dan perjalanan MALIQ & D’Essentials.
Kabar Gembira Exhibition sekaligus menjadi bagian dari babak baru perjalanan MALIQ & D’Essentials bersama album Kabar Gembira. Kolaborasi tersebut juga melibatkan Sony Music Entertainment Indonesia serta Connect by ASHTA dalam rangka perayaan ulang tahun ASHTA yang ke-6.
Melalui pameran ini, MALIQ & D’Essentials tidak hanya mengajak pengunjung menikmati musik, tetapi juga melihat lebih dekat hubungan antara musik, visual, gaya hidup, dan berbagai bentuk kreativitas yang menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Red-Dons)***






Leave a Reply