Breaking News
15:31
Advertisement

Kodaeral V Dukung Pelestarian Mangrove, Festival Jatim XI Serukan Kepedulian Pesisir

IMG 20261104 WA0021
Bagikan
Lihat Tersimpan

Probolinggo, LensaWarna.com–Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) V menunjukkan dukungannya terhadap upaya pelestarian lingkungan pesisir dengan menghadiri Festival Mangrove Jawa Timur XI Tahun 2026 di kawasan Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Kota Probolinggo, Selasa (3/11/2026).

Kehadiran Kodaeral V diwakili Wakil Komandan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M., yang hadir mewakili Komandan Kodaeral V Laksamana Muda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si. Kegiatan tersebut dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai bagian dari gerakan pelestarian lingkungan bertema “Jatim Lestari”.

Wadan Kodaeral V Brigjen TNI Suwandi menghadiri Festival Mangrove Jawa Timur XI di Probolinggo.
Wadan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi menghadiri Festival Mangrove Jawa Timur XI Tahun 2026 di Bee Jay Bakau Resort, Probolinggo. Foto Dok TNI

Festival yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian berbagai pihak terhadap keberadaan hutan mangrove, terutama dalam menghadapi ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem pesisir.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur Dr. Ir. Jumadi menyebutkan bahwa provinsi tersebut memiliki kawasan mangrove terluas di Pulau Jawa, dengan cakupan hampir 50 persen dari total luas mangrove di pulau ini. Sejak 2021, luas kawasan mangrove di Jawa Timur juga bertambah lebih dari 4.000 hektare.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin turut menyampaikan bahwa kawasan mangrove di wilayahnya telah mencapai sekitar 120 hektare dari total potensi 150 hektare.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh potensi tersebut dapat ditanami mangrove pada 2029.
Gubernur Khofifah menekankan bahwa perlindungan mangrove membutuhkan keterlibatan pemerintah, TNI, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Selain mencegah abrasi, mangrove memiliki peran penting dalam menyerap karbon, menjaga habitat biota laut, dan menopang kehidupan masyarakat pesisir.

Festival Mangrove XI juga menghadirkan sejumlah kegiatan menarik, mulai dari peragaan busana batik dengan pewarna alami mangrove hingga pemberian penghargaan kepada Kaka Slank melalui penghargaan Jer Basuki Mawa Bea atas kontribusinya dalam mendukung pelestarian lingkungan.

Selain itu, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan atas penyelenggaraan 10 festival mangrove di 10 kabupaten/kota selama lima tahun.

Deputi Kepala Badan Pengelola Gerakan Mangrove Nasional (BPGMN), Mayjen TNI (Purn.) Sriyanto, mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Timur dalam mengembangkan gerakan pelestarian mangrove.

Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan ekosistem tersebut.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan Kaka Slank, peresmian lokasi baru di kawasan BJBR, pelepasan burung air dan kepiting, serta penanaman mangrove bersama para pejabat dan undangan.

Melalui kegiatan ini, dukungan Kodaeral V dan berbagai elemen masyarakat diharapkan semakin memperkuat gerakan pelestarian mangrove demi menjaga lingkungan pesisir dan keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Red Git)***

Penulis

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AdvertisementAdvertisement
AdvertisementAdvertisement