Jakarta, LensaWarna.com– Pelayanan kesehatan di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terus menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas medis.
Salah satu layanan yang menjadi perhatian adalah radioterapi untuk penanganan pasien kanker, yang mencatat sebanyak 4.932 kunjungan selama periode Januari hingga September 2026.

Data tersebut menjadi bagian dari capaian pelayanan RSUD Pasar Minggu sekaligus menggambarkan pentingnya penguatan fasilitas kesehatan di Jakarta agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain layanan radioterapi, rumah sakit tersebut juga mencatat aktivitas pelayanan yang cukup tinggi sepanjang Januari hingga Oktober 2026.
Tercatat sebanyak 240.629 kunjungan rawat jalan, 30.228 kunjungan Instalasi Gawat Darurat (IGD), serta 22.023 pasien menjalani perawatan rawat inap.
Pada periode yang sama, layanan medical check-up juga mencatat 5.532 kunjungan.
Tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit kanker, RSUD Pasar Minggu turut mengembangkan sejumlah layanan unggulan lainnya.
Beberapa di antaranya meliputi penanganan stroke, penyakit ginjal dan saluran kemih, gangguan jantung, kesehatan ibu dan anak, hingga layanan traumatologi.
Pengembangan berbagai layanan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan fasilitas kesehatan dalam memberikan penanganan medis yang lebih menyeluruh kepada masyarakat.
Di tingkat wilayah, Jakarta saat ini didukung oleh 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), 44 puskesmas, serta 292 puskesmas pembantu. Selain fasilitas milik pemerintah, terdapat pula 197 rumah sakit di Jakarta yang terdiri dari rumah sakit pemerintah dan swasta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya dilakukan dengan menambah fasilitas maupun sarana pendukung.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan dan kemudahan masyarakat dalam memperoleh akses kesehatan juga harus menjadi perhatian utama.
Untuk itu, ia meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta memperkuat koordinasi dengan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan serta mitra terkait.
Pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan juga dinilai penting agar kualitas pelayanan terus mengalami peningkatan.
Pramono menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar dilihat dari jumlah fasilitas yang tersedia maupun program yang telah dilaksanakan.
“Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas dan terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Melalui penguatan fasilitas dan peningkatan mutu pelayanan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas, sekaligus memperoleh penanganan medis sesuai kebutuhan.
Red Shaff)***






Leave a Reply