Jakarta, LensaWarna.com– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sejumlah mitra menggelar Jakarta Financial Festival pada 23–24 Oktober 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DKI Jakarta, Agus Haryoto Widodo, mengatakan sebanyak 20 pelaku usaha jasa keuangan berpartisipasi sebagai tenant untuk memberikan edukasi, konsultasi, serta informasi mengenai produk dan layanan keuangan.
Menurut Agus, festival tersebut merupakan hasil kolaborasi OJK, Pemprov DKI Jakarta, Bank Indonesia, Perumda Pasar Jaya, dan FKIJK DKI Jakarta untuk mendekatkan edukasi keuangan kepada masyarakat.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan DKI Jakarta mencapai 84,01 persen, sementara indeks inklusi keuangan tercatat sebesar 99,74 persen.
Kepala OJK Jabodebek, Edwin Nurhadi, mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam memperluas akses keuangan di Jakarta.
Namun, ia mengingatkan bahwa kemudahan mengakses layanan keuangan harus diimbangi pemahaman mengenai manfaat, risiko, dan ketentuan produk yang digunakan.
Edwin juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai aktivitas keuangan ilegal, penipuan atau scam, serta kejahatan siber yang dapat merugikan secara finansial.
Melalui Jakarta Financial Festival 2026, kolaborasi pemerintah dan industri jasa keuangan diharapkan mampu meningkatkan kecakapan finansial masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta yang kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Red Shaff)***






Leave a Reply