Jakarta, LensaWarna.com– Grup musik independen Float kembali menghadirkan karya terbaru melalui album rekaman panggung bertajuk Live at Float2Nature 2026.
Album yang mulai tersedia di berbagai platform streaming digital pada Rabu (28/10/2026) ini merekam suasana penampilan mereka dalam konser Float2Nature 2026 di kawasan pesisir Pantai Madasari–Batukaras, Pangandaran, Jawa Barat.

Album tersebut menjadi dokumentasi perjalanan musik Float yang telah berkarya sejak 2004. Tidak sekadar merekam penampilan di atas panggung, karya ini juga menghadirkan suasana alam terbuka yang menjadi ciri khas penyelenggaraan Float2Nature.
Digelar pertama kali pada 2012 di Dataran Tinggi Dieng, Float2Nature kemudian menjelajahi sejumlah lokasi alam di Indonesia, mulai dari Tanakita Sukabumi, Teluk Kiluan Lampung, hingga Taman Nasional Gede Pangrango, Situgunung.
Pada penyelenggaraan 2026, Float2Nature sekaligus menjadi ajang berkumpulnya komunitas Floatmates serta perayaan perilisan EP Constant Changes.
Dengan formasi Hotma “Meng” Roni Simamora (vokal dan gitar akustik), David Qlintang (gitar elektrik), Binsar Tobing (bas), dan Timur Segara (drum), Float membawakan sejumlah lagu andalan dengan aransemen yang hangat dan natural.
Penampilan tersebut semakin terasa istimewa berkat keikutsertaan ratusan Floatmates yang bernyanyi bersama di tengah suasana pesisir.
Medley Empat Lagu Jadi Sorotan
Salah satu bagian menarik dalam album ini adalah medley berdurasi 5 menit 26 detik yang menggabungkan empat lagu, yakni “Reborn”, “I.H.I”, “Waltz Musim Pelangi”, dan “3 Hari Untuk Selamanya”.
Keempat lagu tersebut merepresentasikan perjalanan musikal Float selama hampir dua dekade. “3 Hari Untuk Selamanya” dikenal sebagai bagian dari soundtrack film karya Riri Riza yang meraih Piala Abhinaya untuk kategori Soundtrack Terbaik di Jakarta Film Festival.
Sementara itu, “Waltz Musim Pelangi” masuk dalam kompilasi Songs Inspired by Laskar Pelangi pada 2008. Adapun “I.H.I” dirilis sebagai single pada 2011, sedangkan “Reborn” menjadi lagu tema kampanye Wonderful Indonesia.
Vokalis sekaligus penulis lagu utama Float, Meng, mengatakan album tersebut merupakan dokumentasi perjalanan yang berupaya menangkap suasana konser secara utuh.
Menurutnya, rekaman langsung ini menghadirkan berbagai elemen yang sulit ditemukan dalam proses rekaman studio, mulai dari suara tawa penonton, deburan ombak, gemerisik dedaunan, hingga nyanyian bersama para Floatmates.
Melalui Live at Float2Nature 2026, Float ingin membawa kembali pengalaman konser yang memadukan musik, kebersamaan, dan keindahan alam kepada para pendengarnya melalui platform digital.
Red Dons)***






Leave a Reply