Jakarta, LensaWarna.com– Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan, Letjen TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K), menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk bagi penderita dan penyintas stroke.
Penegasan tersebut disampaikan Terawan dalam momentum peringatan World Stroke Day atau Hari Stroke Sedunia 2026 yang berlangsung di Jakarta.
Menurut Terawan, peringatan Hari Stroke Sedunia tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya stroke, pentingnya pencegahan, serta perlunya penanganan medis secara cepat dan tepat.
“Momentum World Stroke Day 2026 ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat kampanye kesadaran masyarakat tentang bahaya stroke,” kata Terawan melalui siaran pers kantornya, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, salah satu langkah penting dalam menekan risiko stroke adalah membangun kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus mengenali gejala penyakit tersebut sejak awal.
Terawan mengingatkan bahwa serangan stroke umumnya ditandai dengan munculnya gangguan secara mendadak.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain perubahan bentuk wajah pada salah satu sisi, kelemahan pada lengan atau kaki, serta kesulitan berbicara maupun memahami pembicaraan.
Kondisi tersebut merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan sesegera mungkin guna mengurangi risiko komplikasi dan dampak yang lebih serius.
Untuk membantu masyarakat mengenali gejala awal stroke, Terawan mengimbau agar memahami metode FAST (Face, Arms, Speech, Time).
Metode tersebut mengajak masyarakat memeriksa perubahan pada wajah, memperhatikan kekuatan kedua lengan, mengenali gangguan kemampuan berbicara, serta segera mencari pertolongan medis apabila ditemukan tanda-tanda stroke.
Selain pencegahan dan penanganan, Terawan juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap para penyintas stroke.
Menurutnya, proses pemulihan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, bukan hanya tenaga medis, melainkan juga keluarga dan lingkungan sekitar.
“Dukungan keluarga, pendampingan tenaga kesehatan, lingkungan yang inklusif, serta perhatian pemerintah merupakan bagian penting dalam membantu proses pemulihan,” ujarnya.
Lebih lanjut, mantan Ketua Tim Dokter Kepresidenan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah juga terus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.
Pengembangan teknologi medis dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemampuan sistem pelayanan kesehatan, mulai dari upaya pencegahan, deteksi penyakit, hingga penanganan pasien.
Terawan yang merupakan profesor kehormatan bidang kedokteran militer di Universitas Pertahanan itu menegaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Pemerintahan Presiden Prabowo berkomitmen untuk menciptakan rasa aman dalam kesehatan masyarakat. Ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan terus dikembangkan di era pemerintahan saat ini sehingga proses pencegahan dan penindakan terkait penyakit akan dilakukan lebih baik lagi,” tuturnya.
Melalui peringatan World Stroke Day 2026, kesadaran masyarakat terhadap bahaya stroke diharapkan semakin meningkat.
Edukasi mengenai pola hidup sehat, pengenalan gejala sejak dini, akses terhadap pelayanan medis, serta dukungan bagi penyintas menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik di Indonesia.
Red Git)***






Leave a Reply