Breaking News
23:36
Advertisement

IES Forum & Expo 2026 di Masjid Istiqlal, Kemenag Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat

IMG 20261030 WA0041
Bagikan
Lihat Tersimpan

Jakarta, LensaWarna
com– Kementerian Agama (Kemenag) terus mendorong penguatan ekonomi syariah nasional dengan mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan dan pengembangan usaha masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia Ekonomi Syariah (IES) Forum & Expo 2026 di Plaza Bata Merah, Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 1 November 2026 ini menjadi wadah pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis komunitas masjid.

Indonesia Ekonomi Syariah IES Forum & Expo 2026 di Masjid Istiqlal Jakarta.
Masjid Istiqlal menjadi lokasi penyelenggaraan IES Forum & Expo 2026 untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Foto Dok Kemenag

IES Forum & Expo 2026 diinisiasi Direktorat Zakat dan Wakaf Kementerian Agama dengan menghadirkan pameran serta forum diskusi yang membahas berbagai sektor potensial.

Pembahasannya meliputi industri halal, investasi syariah, ekonomi digital Islam, gaya hidup halal, hingga pengembangan ekonomi hijau berbasis prinsip syariah.

Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi membuka kegiatan tersebut. Hadir pula sejumlah kepala kantor wilayah Kemenag dari berbagai daerah, pimpinan lembaga keuangan syariah, perwakilan perguruan tinggi Islam, serta jajaran Badan Pengelola Masjid Istiqlal.

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi syariah dunia.

Potensi tersebut didukung jumlah penduduk muslim yang diperkirakan mencapai 240 juta jiwa, kekayaan sumber daya alam, serta keberadaan masjid dan musala yang tersebar hingga berbagai pelosok daerah.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dikembangkan melalui kegiatan ekonomi yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, dan pangan, dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung kemandirian ekonomi apabila dikelola secara terintegrasi dengan dukungan pembiayaan dan akses pemasaran.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah memperluas peran masjid. Selain menjadi tempat ibadah dan kegiatan keagamaan, masjid diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan wakaf produktif, usaha berbasis komunitas, hingga pengelolaan minimarket yang terintegrasi dengan lingkungan masjid.

Meski demikian, pengembangan ekonomi berbasis masjid harus ditunjang sistem pengelolaan yang profesional dan transparan.

Kapasitas nazir atau pengelola wakaf juga perlu ditingkatkan agar aset wakaf tidak hanya terjaga, tetapi mampu menghasilkan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Dukungan pembiayaan turut menjadi faktor penting dalam memperluas pemberdayaan ekonomi umat.

Perbankan syariah diharapkan dapat memperbesar akses pendanaan bagi pelaku usaha mikro, termasuk perempuan dan masyarakat dengan tingkat pendapatan menengah ke bawah.

Akses pembiayaan tersebut diharapkan mampu membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, serta mengembangkan usahanya agar lebih mandiri dan berdaya saing.

Di sisi lain, koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih, juga memiliki peluang untuk menjadi mitra strategis dalam membangun kegiatan ekonomi berbasis masyarakat.

Penguatan tersebut dapat berjalan beriringan dengan optimalisasi instrumen keuangan sosial Islam, seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, dan hibah.

Pemanfaatan berbagai instrumen tersebut dinilai dapat memperluas dukungan terhadap kegiatan sosial dan ekonomi produktif, sekaligus membantu mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Kemenag juga menilai bahwa penguatan ekonomi syariah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Diperlukan kerja sama antara pemerintah, pengelola masjid, lembaga keuangan syariah, perguruan tinggi, koperasi, serta pelaku usaha agar berbagai potensi yang tersedia dapat dikembangkan menjadi program nyata.

Sebagai kelanjutan dari agenda penguatan tersebut, Kementerian Agama telah menetapkan Jawa Barat sebagai tuan rumah IES Forum & Expo 2027.

Penyelenggaraan berikutnya diharapkan mampu memperluas jaringan kerja sama dan mempercepat pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui penyelenggaraan IES Forum & Expo 2026, Kemenag berharap masjid semakin berperan dalam menghubungkan potensi ekonomi masyarakat dengan akses pembiayaan, pengembangan UMKM, serta pemanfaatan instrumen keuangan syariah.

Dengan langkah tersebut, masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas keagamaan, tetapi juga tumbuh sebagai salah satu penggerak kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan umat.

Red Mal)***

Penulis

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AdvertisementAdvertisement
AdvertisementAdvertisement