Breaking News
18:57
Advertisement

King Fahd Akui Faktor Emosional Saat Kalah dari Sonny Manakane: Tak Tega Lawan Sahabat

IMG 20261026 WA0009
Bagikan
Lihat Tersimpan

Tangerang, LensaWarna.com– Petarung Indonesia Fahd Adityo Oscar alias King Fahd mengungkapkan sejumlah faktor yang memengaruhi penampilannya saat menghadapi Sonny Manakane dalam duel kelas light heavyweight di ajang MAXBOX, QBIG BSD City, Kabupaten Tangerang, Minggu (25/10/2026).

King Fahd mengakui, selain kehabisan tenaga dan mengalami kegugupan menghadapi petinju senior, kedekatan persahabatannya dengan Sonny turut memengaruhi mental bertandingnya.

Ia merasa sulit mengeluarkan seluruh kemampuan ketika harus berhadapan dengan sosok yang selama ini menjadi rekan seperjuangan.

Pertandingan yang berlangsung selama empat ronde tersebut berakhir dengan kemenangan Sonny Manakane melalui keputusan juri.

King Fahd kalah dengan selisih dua poin dalam duel yang berlangsung ketat, sebelum Sonny dinilai lebih menguasai jalannya pertandingan pada ronde ketiga.
Seusai laga, King Fahd mengakui kondisi fisiknya mulai menurun, terutama dalam mengatur pernapasan.

Tekanan mental juga dirasakannya karena harus menghadapi petinju senior yang sudah lama dikenalnya.
“Sebetulnya mengenai napas gue. Napas gue tadi sudah agak mentok dan gue juga agak grogi karena menghadapi petinju senior,” ungkap King Fahd.

Persahabatan Jadi Tantangan di Atas Ring

Di balik persoalan fisik, King Fahd menyebut ikatan persahabatan dengan Sonny menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pertandingan tersebut.

Keduanya pernah berjuang bersama membawa nama Indonesia dalam sejumlah pertandingan di luar negeri, termasuk di Turki dan Kazakhstan.

Pengalaman tersebut membuat hubungan mereka tidak sebatas sesama atlet. Ada kenangan dan perjuangan bersama yang membuat King Fahd merasa berat ketika harus berhadapan langsung dengan Sonny dalam sebuah pertarungan profesional.

“Sebetulnya di luar ring kita sahabat banget. Kita pernah pergi bareng ke Kazakhstan, pernah membawa Indonesia bertanding ke luar negeri bersama.

Jadi, ketika gue menghadapi dia, ada rasa nggak tega,” tuturnya.
Menurut King Fahd, perasaan tersebut membuat agresivitasnya tidak berkembang seperti ketika menghadapi petinju dari negara lain.

Ia merasa belum mampu mengeluarkan seluruh potensi, termasuk kekuatan pukulan, pergerakan kaki atau footwork, serta kombinasi serangan yang biasa ditampilkan.

Ia juga mengingat kembali pengalaman bertanding bersama Sonny di berbagai negara. Kebersamaan dalam membawa nama Merah Putih menjadi alasan kuat mengapa duel tersebut terasa berbeda baginya.

“Gue merasa kita sama-sama Indonesia. Kita pernah berjuang bersama di luar negeri untuk membela tanah air. Itu bukan cuma sekali, tetapi di Turki, Kazakhstan, dan beberapa negara lainnya.

Jadi, ada hubungan emosional yang sangat kuat,” katanya.
King Fahd Punya Penilaian Berbeda soal Jalannya Duel
Meski menerima hasil pertandingan, King Fahd mengaku memiliki penilaian tersendiri terhadap jalannya duel.

Ia merasa mampu memberikan perlawanan dan berusaha meredam serangan Sonny melalui gerakan menghindar atau slip, serta teknik bertahan untuk memblokir pukulan.

King Fahd bahkan menilai dirinya tampil baik pada beberapa ronde. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap menjadi kewenangan juri yang bertugas menilai pertandingan.

“Kalau menurut gue, ronde satu, dua, tiga itu gue merasa menang. Gue merasa banyak menghindar dan memblokir pukulan. Tapi gue nggak tahu, karena keputusan ada di juri,” ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian pribadi King Fahd terhadap penampilannya. Ia tidak menyimpulkan adanya pelanggaran dalam proses penjurian dan tetap menerima hasil yang telah ditetapkan.

Tetap Hormati Sonny Manakane

Di tengah kekecewaan atas hasil pertandingan, King Fahd tetap memberikan apresiasi kepada Sonny. Ia menilai petinju senior tersebut masih memiliki kemampuan dan kualitas yang patut diperhitungkan dalam dunia tinju Indonesia.

Baginya, kekalahan di atas ring tidak mengubah rasa hormat kepada sosok yang selama ini menjadi teman sekaligus rekan seperjuangan.

“Bang Sonny masih keren. Buat gue, dia petinju senior Indonesia yang luar biasa. Gue juga banyak belajar dari dia. Di luar ring dia sopan, dan gue sangat menghormati dia,” ungkapnya.

King Fahd menjadikan hasil duel tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki penampilan pada pertandingan berikutnya.

Ia menyatakan tetap menjalani latihan secara rutin, baik ketika memiliki jadwal bertanding maupun saat belum ada agenda pertandingan.

Bidik Comeback pada 31 Oktober 2026

King Fahd juga mengungkapkan rencananya menghadapi petarung asal Azerbaijan pada 31 Oktober 2026.

Ia berharap dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaik dengan kondisi fisik, teknik, dan kesiapan mental yang lebih optimal.

“Gue harus comeback.
Gue harus kembali dengan kekuatan penuh dan mengeluarkan insting bertarung gue. Siapa pun lawannya, gue harus bisa tampil maksimal,” tegasnya.

Kekalahan dari Sonny Manakane menjadi pengalaman berharga bagi King Fahd. Pertandingan itu menunjukkan bahwa dalam olahraga tarung, kesiapan fisik dan penguasaan teknik perlu didukung mental yang kuat.

Bagi seorang petarung profesional, menjaga rasa hormat kepada lawan sekaligus mempertahankan naluri kompetitif merupakan tantangan tersendiri. King Fahd kini bertekad menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk bangkit dan tampil lebih baik pada laga selanjutnya.

Red Mal)***

Penulis

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AdvertisementAdvertisement
AdvertisementAdvertisement